Polisi Periksa Ketua Dewan Syariah ACT Terkait Kasus Dugaan Penyelewengan Dana

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri akan memeriksa dua petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Keduanya yakni Hariyana Hermain dan Amir Faishol.

"Jadwal pemeriksaan ACT hari ini Hariyana Hermain (senior vice president & anggota dewan presidium ACT) jam 13.00 Wib dan Amir Faishol Fath (Ketua dewan syariah yayasan ACT) jam 13.00 Wib," kata Kasubdit IV Dit Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Andri Sudarmaji kepada wartawan, Senin (25/7).

Bareskrim Polri telah menaikkan status perkara dugaan penyelewengan dana ACT dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Gelar Perkara

Bareskrim Polri menjadwalkan gelar perkara kasus dugaan penyelewengan dana ACT siang ini. Hal ini diungkapkan Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan.

Dia menjelaskan, gelar perkara ini untuk menetapkan tersangka. Whisnu menyebut, gelar perkara nantinya akan diikuti oleh Divisi Propam Polri serta Biro Pengawasan dan Penyidikan (Wasidik).

"Dihadiri oleh Propam, Wasidik, Irwasum dan Div Kum," kata Whisnu.

Dugaan Penyelewengan Dana

Sebagai informasi, dugaan penyelewengan dana oleh pengurus Yayasan ACT terjadi saat penyaluran bantuan kepada ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi pada 2018.

Dugaan penyimpangan ini disebut dilakukan mantan Presiden ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar. Mereka diduga menggunakan dana bantuan untuk kepentingan pribadi.

Bahkan, status penanganan kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Dengan begitu, cepat atau lambat bakal ada penetapan tersangka.

Peningkatan status kasus ini berdasarkan hasil gelar perkara. Polisi beranggapan di kasus ini telah terjadi tindak pidana. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel