Polisi Periksa Ketua Koperasi 212 Inisial MS, Diduga Terima Dana Boeing dari ACT

Merdeka.com - Merdeka.com - Dittipideksus Bareskrim Polri tengah memeriksa kasus penyelewengan aliran dana di yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang masuk ke rekening Koperasi Syariah 212. Adapun pemeriksaan tersebut karena ada temuan dana 10 miliar dari yayasan ACT.

"Telah dilakukan pemeriksaan terhadap pihak yang terima aliran dana boeing dari ACT yang tidak sesuai peruntukannya yang di antaranya Ketua Koperasi 212 atas nama MS," ujar Kabag Humas Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah pada awak media.

"Penyidikan dilakukan pada Senin (1/8) kemarin," lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Alumni 212, Slamet Ma'arif mengaku tidak tahu apa soal dana tersebut. "Koperasi Syariah (KS) 212 tidak terkait sama sekali dengan PA 212," ungkap Slamet saat dihubungi merdeka.com, Senin (25/7).

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan Presiden ACT Ibnu Khajar serta mantan Presiden ACT Ahyudin sebagai tersangka kasus dugaan penyelewengan dana pemberian Boeing untuk korban pesawat Lion Air JT-610. Selain Ahyudin dan Ibnu Khajar, polisi juga menetapkan dua pembina ACT sebagai tersangka yakni Hariyana Hermain dan NIA.

Ahyudin Cs diduga menggelapkan dana untuk ahli waris korban pesawat Lion Air JT-610 sebesar Rp34 miliar dari diserahkan Boeing senilai Rp138 miliar.

"Digunakan untuk program yang telah dibuat oleh ACT kurang lebih Rp103 miliar dan sisanya Rp34 miliar digunakan tidak sesuai peruntukkannya," kata Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf saat jumpa pers di Mabes Polri, Senin (25/7).

Dari penyelewengan tersebut, para tersangka terancam hukuman penjara hingga 20 tahun. Berikut penyelewengan dana Rp34 miliar tersebut:

-Pengadaan armada truk senilai Rp2 miliar;

-Program food boost senilai Rp2,8 miliar;

-Pembangunan pesantren di Tasikmalaya senilai Rp8,7 miliar;

-Koperasi Syariah 212 senilai Rp10 miliar;

-Dana talangan untuk satu CV dan satu PT senilai Rp10 miliar. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel