Polisi periksa pemilik nomor telepon penjual masjid Tasikmalaya

MERDEKA.COM. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap pemilik telepon seluler yang tercantum menjual masjid agung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada situs internet www.tokobagus.com. Pemilik nomor telepon itu pun kini masih sebatas saksi.

"Sementara pemilik telepon masih sebatas saksi," kata Kepala Polisi Resort Kota Tasikmalaya, AKBP Iwan Imam Susilo seperti dikutip dari Antara, Jumat (1/3).

Pemilik telepon Widya (15) warga Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, membenarkan nomor telepon dan nama yang dicantumkan dalam situs jual beli itu. Pengakuan siswa Madrasdah Tsanawiyah itu, kata Iwan, tidak mengetahui siapa yang memasang nama dan nomor telepon dirinya di situs itu.

"Widya ini namanya dicatut, yang bersangkutan juga pernah ke internet, tapi internet baginya hal yang baru," katanya.

Dugaan sementara kepolisian, ada pihak yang iseng dengan sengaja menjual masjid agung Kota Tasikmalaya kemudian mencantumkan nama dan nomor telepon orang lain. Pemeriksaan sementara, polisi menduga Widya merupakan korban dari perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab itu.

"Kita masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini," kata Iwan.

Selama proses penyelidikan, dia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan adanya pemasangan iklan masjid tersebut.

"Yang terpenting masyarakat tetap tenang tidak terpancing dengan iklan jual masjid," katanya.

Sebelumnya, Masjid besar Kota Tasikmalaya yang dicantumkan dalam situs internet dijual seharga Rp 50 juta. Penjualan masjid tersebut dimuat dalam situs www.tokobagus.com pada 17 Februari 2013.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.