Polisi Periksa Puskesmas, Cari Unsur Pidana Vaksinasi Helena Lim

Agus Rahmat, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVAVaksinasi COVID-19 yang dilakukan terhadap selebgram Helena Lim, berdampak panjang. Ia dianggap bukan bagian dari tenaga kesehatan, sehingga belum layak divaksin tahap pertama, seperti yang diunggahnya dalam akun media sosial miliknya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat, mengaku sedang mencari unsur pidana dalam kejadian tersebut.

"Kami lagi mau cari ada enggak pidananya," ucapnya kepada wartawan, Kamis 11 Februari 2021.

Baca juga: Walkot Jakarta Barat Tak Ingin Kasus Serupa Helena Lim Terjadi Lagi

Kata dia, penyidik tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi terkait hal ini. Mulai dari memintai keterangan atau memeriksa pihak puskesmas tempat Helena Lim mendapat vaksin, yaitu Puskemas Kebon Jeruk. Keterangan mereka diambil penyidik hari ini, Kamis 11 Februari 2021. Hingga kini, Tubagus mengaku belum bisa memberi keterangan lebih banyak.

"Ada beberapa orang yang dilakukan klasifikasi saja untuk mencari ada nggak sih pidananya gitu lho. (Yang diperiksa) Dari unsur kesehatan sama dari puskesmas. Hari ini dilakukan klarifikasi saja di Krimum Polda," kata dia lagi.

Sebelumnya, selebgram Helena Lim menerima vaksin COVID-19 di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin 8 Februari 2021.

Pengalaman vaksin tersebut ia rekam dan publikasikan melalui akun instagramnya @helenalim988. Helena merekam kegiatannya sejak mengantre, menunggu giliran disuntik, hingga akhirnya menerima suntikan vaksin asal Sinovac China tersebut.

Hal ini segera mendapat perhatian netizen. Pasalnya Helena diduga bukan merupakan tenaga kesehatan yang menjadi prioritas pertama penerima vaksin COVID-19 saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini, menyatakan bahwa Helena menerima vaksin sebab ia membawa keterangan bekerja di apotek.

"Yang bersangkutan membawa keterangan bekerja di apotek sebagai penunjang. Dan apotek merupakan salah satu sarana kefarmasian yang masuk dalam prioritas pertama," jelasnya.