Polisi Perketat Syuting Ikatan Cinta, Kru & Artis Diminta Test Antigen

Donny Adhiyasa, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepolisian Resor Bogor, Polsek Megamendung akan memperketat lokasi syuting Ikatan Cinta. Selain memperketat, Para kru dan artis juga diminta rutin melakukan rapid test antigen COVID-19.

Kapolsek Megamendung AKP Susilo mengatakan, Kabupaten Bogor telah memperpanjang Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak kemarin Selasa 26 Januari 2021.

Untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan PPKM tersebut, kata dia, polisi dan unsur Forkopimcam (Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan) akan memperketat aktivitas.

"Adanya kegiatan pembuatan film di sini berdampak adanya kerumunan warga sekitar yang antusias untuk melihat proses pembuatannya. Sehingga kami bersama Forkopimcam melakukan pengawasan dan pengetatan di lokasi syuting," ujarnya.

Susilo mengatakan, untuk mencegah kerumunan akibat aktivitas kerumunan warga Kepolisian dan Pemerintah Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor meminta agar pelaksana syuting menggunakan penghalang pagar untuk menutup area lokasi agar tidak terlihat oleh masyarakat.

"Kami mengharuskan pihak produksi film, untuk memasang penghalang di area syuting dan menambah petugas keamanan di sekitar lokasi," kata Susilo.

Petugas juga meminta agar pihak produksi film melakukan rapid test antigen secara berkala kepada kru dan artis yang mengikuti syuting.

"Kami meminta melakukan rapid test Antigen secara berkala oleh semua crew film maupun artis," imbuh Susilo.

Sinetron Ikatan Cinta sendiri tayang disalah satu televisi swasta nasional. Film yang dibintangi oleh Arya Saloka dan Amanda Manopo menjadi salah satu hiburan yang digemari oleh kaum hawa khususnya para ibu-ibu.

Salah satu lokasi syuting Sinetron ini berlangsung di Beth Kasegaran Theresia Senior Living & Resort, Pasir Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Puncak Bogor. Aktifitas syuting mengundang warga berduyun-duyun mendatangi lokasi untuk melihat artis idola mereka. Warga rela bekerumun di tengah pandemi COVID-19 yang masih tinggi di Kabupaten Bogor.