Polisi: Persediaan Bahan Makanan di Beoga Papua Hanya Cukup Tiga Hari

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Persediaan bahan makanan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, kini hanya mencukupi untuk kebutuhan tiga hingga empat hari mengingat sejak terjadinya aksi penembakan dua orang guru tidak ada pesawat yang terbang ke daerah itu.

"Memang benar persediaan bahan makanan di Beoga berkurang karena tidak ada pesawat masuk," kata Kepala Kepolisian Sektor Beoga Ipda Ali Akbar, Selasa, 13 April 2021.

Sejak peristiwa penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 8 April, katanya, tidak ada lagi pesawat yang masuk dan mendarat di Beoga kecuali pesawat yang mengevakuasi jenazah dua orang guru yang menjadi korban.

"Pesawat tersebut juga tidak membawa logistik sehingga warga bertahan dengan bahan makanan yang ada," kata Ali Akbar seraya menjelaskan di Beoga memang ada 12 warung atau kios besar dan kecil namun persediaan mereka juga mulai menipis.

Ia menjelaskan tidak mudah mendarat di lapangan terbang Beoga karena sebelum mendarat pesawat harus terbang melintas di sebelah utara, yang kini menjadi tempat persembunyian KKB.

"Pintu masuk ke lapangan terbang Beoga harus melalui sisi utara di mana KKB bersembunyi sehingga saat pesawat terbang rendah ketika mau mendarat dapat menjadi sasaran tembak, " katanya menegaskan.

Ia mengakui bahwa lapangan terbang sudah dikuasai KKB, namun pintu masuk ke lapangan terbang harus melalui sebelah utara itu sehingga pilot takut untuk terbang ke Beoga.

Untuk mencapai lokasi itu cukup sulit karena berada di ketinggian sehingga dengan mudahnya KKB menembak bila anggota Polri/TNI menuju lokasi itu, kata Ali Akbar.

Ketika ditanya tentang warga yang mengungsi, Ali mengatakan yang mengungsi di markas Polsek tercatat 3 orang, di markas Koramil 8 orang, dan sebanyak 31 orang memilih tetap tinggal di rumahnya namun letaknya dekat Koramil.

Aksi penembakan yang dilakukan KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak menyebabkan dua orang meninggal, yakni Oktovianus Rayo yang ditembak Kamis (8/4) dan Yonatan Renden ditembak Jumat (9/4). (ant)