Polisi prediksi kepadatan jalur arteri Tangerang pada H-5 Lebaran

·Bacaan 2 menit

Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten, memprediksi kepadatan arus lalu lintas mudik Lebaran di jalur arteri Kabupaten Tangerang akan terjadi pada lima hari sebelumnya (H-5) yang jatuh pada 28 April 2022 mendatang.

"Sesuai adanya penetapan cuti bersama, lonjakan arus lalu lintas yang akan terjadi di jalur regional kita (Tangerang) terjadi pada tanggal 28 April atau di H-5 Lebaran," ucap Kasatlantas Polresta Tangerang Kompol Fikry Ardiansyah di Tangerang, Kamis.

Ia mengatakan mudik Lebaran 2022 ini akan terjadi lonjakan volume kendaraan setelah mudik diperbolehkan oleh pemerintah pusat.

"Diprediksi ada peningkatan sekitar 15 persen, dibandingkan masa mudik tahun 2019. Karena dua tahun sebelumnya tidak ada kegiatan mudik," katanya.

Menurut dia, pada dua pekan menjelang Lebaran, masih belum terlihat tanda-tanda masa pemudik melakukan perjalanan, namun pihaknya memperkirakan kepadatan arus lalu lintas terjadi setelah satu hari cuti bersama.

Baca juga: SehatQ dukung pemudik jaga kondisi tubuh
Baca juga: Menag tegaskan vaksinasi booster ikhtiar ciptakan mudik sehat-aman
Baca juga: Dishub: 7,4 juta kendaraan diperkirakan lintasi Solo selama Lebaran

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan, sejumlah skema penerapan rekayasa lalu lintas di jalur penghubung Jakarta-Tangerang dan Merak pun telah disiapkan.

"Tentunya untuk skema rekayasa lalu lintas sudah kita siapkan, seperti pengangguran keluar masuk kendaraan baik dari tol mengarah Merak maupun jalur perbatasan," ujarnya.

Ia mengungkapkan, selama ini Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang juga telah melakukan pemetaan titik-titik terjadinya kemacetan dan titik rawan kecelakaan.

"Kalau untuk pemetaan jalur kemacetan kita ada dua titik, yaitu lokasinya di Pasar Cikupa dan Pasar Gembong," ungkapnya.

Menurutnya, bahwa keberadaan ke dua pasar tersebut berlokasi di jalur arus mudik Lebaran antara arah Jakarta menuju Merak dan sebaliknya. Baik itu digunakan jalur sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

"Untuk jalur rawan itu ada di beberapa titik, seperti di wilayah jalan Jayanti, Balaraja Barat yang kondisi jalan bergelombang, dan Cikupa," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel