Polisi Pulangkan Pelaku Pengedit Profil Kapolda Metro Irjen Fadil Imran

Merdeka.com - Merdeka.com - Nyoman Edi, dibebaskan dari tahanan. Setelah Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus penyebaran berita hoaks atau bohong terkait dengan penyuntingan biodata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di laman Wikipedia.

"Dihentikan (kasusnya)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan dalam keterangannya, Minggu (31/7).

Dia menjelaskan, pelaku saat ini telah dipulangkan.

"Iya (dipulangkan)," jawab Zulpan.

Sebelumnya, Nyoman Edi ditangkap atas dugaan kasus mengubah atau mengedit profil Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Wikipedia. Nyoman mengakui perbuatan secara langsung ke Kapolda Metro Jaya Fadil Irman. Momen itu diabadikan dalam bentuk video dan rekaman diunggah di akun instagram @kapoldametrojaya.

Terlihat, Edi mengenakan baju tahanan berwarna oranye mengutarakan maksudnya mengedit hoaks profil Fadil Imran.

Dalam percakapan tersebut, Fadil yang memulai percakapan. "Kenapa kamu mengedit Wikipedia saya?," Tanya Kapolda.

"Saya punya pengalaman buruk dengan anggota Kepolisian," jawab nyoman.

Fadil menambahkan begitu melihat ada kejadian yang sedang ramai diperbincangkan, Nyoman tertarik mengedit profil Fadil Imran di Wikipedia.

"Sebelumnya tidak tahu persis bagaimana profil bapak," saut Nyoman.

Fadil mengutarakan, sebenarnya tidak mempedulikan dengan masalah tersebut lantaran memang sudah menjadi risiko dalam bidang penegak hukum. Bahkan sudah menjadi hal yang lumrah.

"Saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan editan-editan kamu itu, bagi saya itu menjadi risiko bagi seorang pejabat publik apalagi dalam tugas tugas mengungkap sebuah peristiwa ya yang memang berbasis fakta dan mencari kebenaran," terang Kapolda.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel