Polisi Rampung Olah TKP Kebakaran Kilang Balongan

Fikri Halim, Ahmad Farhan Faris

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) telah selesai melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) terbakarnya kilang minyak RU VI PT Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Kebakaran itu diketahui terjadi pada Senin dini hari, 29 Maret 2021.

“Kasus Balongan, Puslabfor telah selesai melakukan olah TKP,” kata Rusdi di Mabes Polri pada Selasa, 13 April 2021.

Saat ini, kata dia, Puslabfor sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP. Tentu, pemeriksaan uji laboratorium ini melibatkan sejumlah ahli untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

“Pemeriksaan dilakukan oleh tim ahli, tentunya nanti akan mendapat suatu kesimpulan,” ujarnya.

Menurut dia, tim bersama ahli sedang mencari tahu tentang asal muasal kebakaran kilang minyak Balongan termasuk titik api bagian apa. Makanya, saat ini tim sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP.

“Kebakaran dari mana, titik apinya di bagian apa dan sumber api dari mana, itu nanti akan terjawab. Sekarang Puslabfor Polri sedang melakukan kegiatan di laboratorium untuk memeriksa terhadap barang-barang bukti yang didapatkan dari hasil olah TKP,” tandasnya.

Kilang minyak RU VI Pertamina Balongan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat diketahui meledak dan terbakar hebat pada pukul 00.20 WIB Senin dini hari.

Data yang dihimpun di lapangan, dikabarkan ada 5 orang mengalami luka berat dan 15 orang luka ringan akibat kebakaran kilang balongan itu. Pemerintah Kabupaten Indramayu juga mencatat ada sekitar 200 warga mengungsi ke Pendopo Kabupaten Indramayu, 400 warga di Islamic Center Indramayu, dan 350 warga di GOR Perumahan Bumi Patra.

Kilang minyak RU VI Balongan merupakan salah satu kilang minyak terbesar dari 7 kilang yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero). Kilang minyak RU VI Balongan dibangun pada 1 September 1990 dan mulai beroperasi tahun 1994 hingga kini.

Kilang minyak RU VI Balongan tergolong kilang terbaru menerapkan teknologi, memiliki kapasitas produksi 125 ribu barel per hari (bph) mengolah minyak mentah dari Duri dan Dumai Provinsi Riau, menjadi produk minyak seperti Pertamax, Solar dan lainnya.

Belum diketahui pasti penyebab ledakan dan kebakaran, namun dugaan sementara karena sambaran petir, karena saat kejadian sedang turun hujan deras disertai kilat dan petir.