Polisi Ringkus Pelaku Hipnotis di Abepura

Merdeka.com - Merdeka.com - Polsek Abepura menangkap seorang pria berinisial BU (45) atas tindak pidana penipuan dengan modus menghipnotis korban. Penangkapan dilakukan di Jalan Raya Gerilyawan Kampkey Distrik Abepura, Minggu (29/5) siang.

Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak mengatakan, BU diketahui bersama rekannya melakukan penipuan dengan modus hipnotis terhadap korban seorang ibu rumah tangga bernama Mahmudah (60).

"Kejadian berawal saat kedua pelaku menghentikan korban di TKP kemudian diajak ke depan sebuah ruko, lalu BU mengatakan bahwa korban mendapat bantuan dari Dinas Sosial berupa uang sebesar Rp15.000.000, dimana pelaku mengaku dirinya adalah pegawai dari Dinas Sosial," katanya di Abepura, Minggu (29/5).

Setelah itu, BU meminta uang kepada korban sebesar Rp5000. Setelah mendapatkannya, pelaku mengambil potongan kertas dari saku celananya, lalu menulis nomor telepon. Kemudian uang dan kertas tersebut dilipat dan diserahkan ke korban dengan mengajak berjabat tangan.

"Setelah itu pelaku BU juga mengatakan, ‘ibu masih ada uang?’ Lalu korban menjawab ‘ada’ dan tanpa sadar korban mengambil amplop di dalam tasnya yang berisi uang sebesar Rp2.050.000 lalu di serahkan kepada pelaku, kemudian dijawab oleh pelaku ‘nanti uang ini saya sumbangkan kepada fakir miskin’, setelah itu pelaku menyerahkan uang tersebut kepada temannya," jelas Lintong.

"Selanjutnya kedua pelaku jalan menuju motornya, saat itulah korban tersadar kalau uangnya diambil oleh pelaku, sehingga korban langsung mengejar keduanya dan berhasil menarik baju pelaku BU, namun temannya yang sudah berada di atas motor langsung kabur meninggalkan TKP bersama uang milik korban, sementara pelaku BU berhasil diamankan warga setempat setelah diteriaki oleh korban," imbuhnya.

Mantan Kapolsek Sentani Timur ini menambahkan, atas perbuatannya, BU dibawa ke Mapolsek Abepura. Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka usai diperiksa oleh penyidik dan ditahan dirutan Polsek Abepura dalam perkara tindak pidana penipuan.

"Pelaku BU diketahui juga merupakan residivis kasus yang sama pada Tahun 2017 dan telah diproses hingga Pengadilan dan kini kembali melakukan hal yang sama, kepadanya penyidik sangkakan melakukan tindak pidana Penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," ungkapnya.

"Sementara terhadap rekan pelaku yang berhasil melarikan diri tetap akan dilakukan penyelidikan untuk ditangkap, identitas dan tempat tinggalnya telah kami ketahui untuk ditindaklanjuti," tutup Lintong. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel