Polisi ringkus tiga remaja maling dolar di Bali

MERDEKA.COM. Polres Jembrana Bali meringkus tiga anak panti asuhan pelaku pencurian mata uang dolar, rupiah dan barang elektronik. Ketiganya kini mendekam di tahanan.

Ketiga anak itu berinisial SN (18), AVP (16) dan IPK (15). "Mereka ditahan dan telah ditetapkan sebagai tersangka," kata juru bicara Polres Jembrana AKP Wayan Setiajaya, Selasa (19/2).

Penangkapan itu bermula dari laporan I Gusti Ketut Darmada, pemilik Hotel Segara Mandala. Polisi yang melakukan penyelidikan lalu mendapat informasi adanya anak-anak yang menukarkan mata uang dolar dalam jumlah cukup besar di sebuah money changer.

Dari hasil pemeriksaan, anak-anak itu mengaku dua kali mencuri di rumah korban. Aksi pertama pada tanggal 1 Januari lalu, mereka mencuri USD 2.000 pecahan USD 100, 1 laptop, 1 kamera dan uang Rp 300 ribu.

Sedangkan aksi kedua dilakukan pada 9 Februari lalu. Ketiga pelaku  mencuri USD 100, Rp 6 juta, 1 jam tangan dan dua ponsel.

Setiajaya mengatakan, ketiga tersangka dititipkan penahanannya di rumah tahanan (Rutan) Negara. "Ruang tahanan Polres ditempati tahanan dewasa, sehingga anak-anak itu harus dipisah," ujarnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.