Polisi Sebar Foto Penembak Brigadir Syahri Rachmat

TRIBUNNEWS.COM, LANGSA - Kepolisian Resor (Polres) Langsa mulai menyebar foto Wahyudin yang diduga menembak
Brigadir Syahri Rachmat, anggota Reskrim Polsek Langsa Kota di Desa Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh
Timur, Rabu (18/9/2013) sekitar pukul 13.00 WIB, gara-gara korban memergoki pelaku menjual sabu-sabu.

Dari Medan dilaporkan, korban terpaksa dioperasi tiga kali di Rumah Sakit Columbia Asia untuk mengeluarkan
proyektil peluru dari perutnya dan mengatasi ususnya yang bocor. Selain itu, sebelah ginjalnya harus diangkat,
karena rusak terkena proyektil.

Kapolres Langsa, AKBP Hariadi SH SIK, kepada Serambi (Tribunnews.com Network), Kamis (19/9/2013) mengatakan,
hingga kemarin sore tim yang terdiri dari anggota Polda Aceh, Polres Langsa, dan Brimob Den B Polda Aceh, masih
terus memburu pelaku yang diperkirakan masih bersembunyi di wilayah Kecamatan Sungai Raya.

Menurut Kapolres, foto-foto pelaku sengaja disebar ke desa-desa, terutama dalam Kecamatan Sungai Raya dan
sekitarnya untuk mempermudah penangkapan Wahyudin yang diyakini polisi sebagai bandar sabu.

"Dia berbahaya karena di tangannya ada senjata api yang dia gunakan menembak polisi yang menyergapnya," kata
Kapolres.

Kepolisian juga meminta dukungan masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwajib yang terdekat, apabila
mengetahui keberadaan ataupun melihat Wahyudin di lingkungannya.

Dari Medan, Sumatera Utara, dilaporkan Brigadir Syahri Rachmat sudah selesai menjalani operasi di Rumah Sakit
Columbia Asia di Jalan Listrik, Medan, Kamis (19/9/2013).

Ia diboyong ke rumah sakit itu Rabu (18/9/2013) malam dan langsung mendapat penanganan medis. Hafrizal Rozi (33),
kakak kandung korban menyebutkan, operasi terhadap adiknya itu dilakukan tiga kali. Operasi pertama sekitar pukul
22.00 WIB, kemudian dua kali lagi pada dini hari. Pada pagi Kamis (19/9/2013) sekitar pukul 07.00 WIB, barulah
selesai seluruh prosesnya.

Menurut Hafrizal, adiknya mengalami luka tembak yang cukup parah. Bahkan sebelah ginjalnya harus diangkat oleh tim
dokter yang mengoperasinya. Hafrizal juga khawatir saraf di sekitar pinggang adiknya itu kena, sehingga bisa
menyebabkan kakinya bermasalah kelak.

Selain mengangkat sebelah ginjal korban, tim dokter juga menangani kebocoran usus korban, dan dua saraf
pinggangnya yang putus.

Sebagaimana diberitakan Serambi kemarin, ayah satu anak ini begitu tertembak langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cut
Meutia Langsa. tapi kemudian dirujuk Rumah Sakit Columbia Asia, Medan.

Pihak rumah sakit enggan memberi komentar atas kondisi korban. Humas RS Columbia, Henni yang ditemui tak banyak
berkomentar, bahkan ia melarang korban dijenguk.

"Beliau masih di ICU, jadi kami mohon maaf sementara belum bisa dilihat," katanya.

Sementara itu, keluarga berharap, pelaku yang menembak Brigadir Syahri Rachmat dapat segera ditangkap polisi dan
dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Menurut Hefrizal, adiknya terluka saat menjalankan tugas dan itu memang risiko pekerjaan sebagai polisi.

Brigadir Syahri Rachmat, anggota Reskrim Polsek Langsa Kota, Rabu (18/9/2013) sekitar pukul 13.00 WIB kritis
ditembak bandar sabu-sabu, Wahyudin (35), di Desa Labuhan Keude, Aceh Timur. Sedangkan tersangka pelaku berhasil
kabur.

Akibat penembakan itu, korban kritis dan menderita luka parah di bagian pinggang kanan. Satu proyektil peluru
senjata laras pendek sempat bersarang di bagian perut korban dan mengenai ginjalnya.

Insiden itu bermula saat sejumlah anggota Polres Langsa yang sedang mengembangkan pengusutan kasus peredaran
narkoba jenis sabu-sabu, menyamar sebagai pembeli. Mereka akan membelinya dari Wahyudin, buronan Polda Sumut untuk
kasus kepemilikan senjata api. Lalu disepakati bahwa transaksi narkoba akan dilakukan pada suatu tempat di Desa
Bukit Selamat, Kecamatan Sungai Raya.

Namun, saat transaksi berlangsung, pelaku mendadak tahu bahwa yang di dekatnya adalah polisi yang sedang menyamar.
Wahyudin langsung mencabut senjata dari pinggangnya dan menembak Brigadir Syahri Rachmat. Korban pun jatuh
bersimbah darah. Pelaku langsung tancap gas naik sepeda motor matic. (c42/lau)

Baca Juga:

Penyelesaian Kasus Oknum Polisi Pukul Ketua Karang Taruna Dipertanyakan

Pemenang Pilkada Bisa Dianulir

Seorang Calon Bidan Dianiaya Polisi, Dua Gigi Rontok

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.