Polisi Sebut 2 Anggota TNI jadi Tersangka Baru Kasus Mutilasi di Mimika

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, menyampaikan perkembangan penanganan kasus mutilasi empat warga asal Kabupaten Nduga di Kabupaten Mimika, Papua. Kini, ada penambahan dua tersangka baru.

"Ada dua tersangka baru yang merupakan oknum anggota TNI diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan ini," ujar Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, Sabtu (3/9).

Polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada 22 Agustus 2022 lalu. Putra juga memastikan tengah memburu satu tersangka sipil.

Kepolisian telah melakukan pendekatan kepada keluarga tersangka yang merupakan warga sipil agar bisa menyerahkan diri.

Autopsi Potongan Tubuh Korban

Polisi bersama unsur lain sedang mencari potongan tubuh korban. Unsur lain yang dilibatkan yakni Basarnas dan masyarakat.

Potongan tubuh korban yang ditemukan akan diautopsi oleh Puslabfor Polda Papua, Biddokes Polda Papua, dan Inafis Polda Papua.

“Korban pembunuhan ini dimutilasi dan diisi dalam 6 karung, yaitu, 4 karung diisi potongan badan, 1 karung potongan kepala dan 1 karung potongan kaki, yang telah ditemukan yaitu 4 karung potongan badan sedangkan untuk 1 karung potongan kaki dan 1 karung potongan kepala belum ditemukan dan untuk pencariannya masih terus di lakukan oleh Satuan Pol Airud Polres Mimika dengan melibatkan pihak Basarnas dan masyarakat,” jelas Kapolres.

Diberitakan empat orang warga Nduga dibunuh dan dimutilasi lalu dimasukkan dalam karung yang diberi pemberat lalu dibuang ke Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka Timika, Mimika.

Pembunuhan sadis ini diduga dilakukan tiga warga sipil dan 6 oknum anggota prajurit TNI-AD pada tanggal 22 Agustus 2022 di SP 1, Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika, Selasa (30/8), Pukul 08.30 WIT.

Pencarian jasad korban dimulai pada Selasa (31/8) Pukul 08.30 WIT. Tim melakukan penyisiran dari pelabuhan rakyat Pomako ke TKP pembuangan di logpound, Kabupaten Mimika. [tin]