Polisi Sebut 2 Perumahan Zona Merah COVID-19 di Bojong Gede Jadi Hijau

Lis Yuliawati, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVAPolda Metro Jaya kembali mengklaim bahwa program Kampung Tangguh Jaya (KTJ) membuahkan hasil mengubah zona merah penyebaran COVID-19 menjadi zona hijau, di tingkat mikro atau RT/RW lagi. Kali ini, adalah Kampung Tangguh di kawasan Bojong Gede, Depok, Jawa Barat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebut KTJ itu berlokasi di RW 9 Perumahan Villa Asia, Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede.

"Di KTJ itu angka terkonfirmasi virus corona awal sebanyak 19 orang. Delapan belas orang sudah sembuh dan hanya satu yang masih isolasi mandiri. Artinya di KTJ itu sudah berubah menjadi zona hijau," ujar Yusri kepada wartawan, Kamis, 4 Maret 2021.

Lalu, Yusri menyebut KTJ di RW 4 Perumahan Grande Village Residence, Kampung Parakan Jati, Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede juga diklaim berhasil jadi zona hijau. Menurut dia, kasus positif COVID-19 di sana sudah nihil.

Program Kampung Tangguh Jaya merupakan program Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran, dengan tujuan untuk menekan angka virus Corona di tingkat RT maupun RW. Kampung Tangguh dibuat di titik zona merah penyebaran virus Corona.

"Di sana terkonfirmasi awal 19 orang sekarang sudah 0. Yang awalnya di sana zona merah saat ini sudah zona hijau," katanya.

Sebelumnya diberitakan, program Kampung Tangguh Jaya yang digalakkan Polda Metro Jaya untuk menekan angka penyebaran virus COVID-19 di tingkat mikro diklaim mulai berbuah hasil.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebutkan hal itu terlihat dari data Kampung Tangguh Jaya di Bintara, Kota Bekasi.

Kampung Tangguh Jaya di RW 7, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi diklaim mampu menurunkan jumlah positif virus Corona secara total.

Kata dia, jika dihitung dengan persentase, angka virus Corona di sana berkurang hingga 100 persen. Menurutnya, apabila dilihat data yang ada sejak Kampung Tangguh itu berdiri, sebanyak 26 kasus virus Corona ada di sana.

"Perkembangan kasus aktif di sana pada bulan Januari 2021 saja sudah ada 26 kasus aktif. Masuk ke bulan Februari kasus aktif hanya ada 0 atau bisa dikatakan turun 100 persen," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 2 Maret 2021.