Polisi Sebut Pelaku Dibayar untuk Tawuran Ormas di Bekasi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Dua orang pelaku dari ormas yang nyaris bentrok di Tambun, Kabupaten Bekasi Jawa Barat, diamankan. Mereka kedapatan membawa senjata tajam, sehingga diamankan karena membahayakan pihak lain.

Salah satu pelaku yang ditahan diketahui adalah anak di bawah umur. Ironisnya, kedua pelaku itu mengaku dibayar untuk ikut tawuran.

"Keduanya dibayar untuk tawuran, nilainya Rp50 ribu," kata Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, Kombes Hendra Gunawan, Rabu 2 Juni 2021.

Baca juga: Bentrokan Besar Ormas-ormas di Bekasi Nyaris Pecah

Hendra menambahkan, dua pelaku yang diamankan satunya adalah anak-anak. Anak tersebut berinisial VJ, yang diketahui masih berusia 15 tahun.

"Kalau yang satu pelaku lagi itu sudah dewasa," katanya.

Menurut dia, dua pelaku itu tetap akan diproses hukum. Untuk pelaku yang masih di bawah umur, kata Hendra, akan diproses sesuai dengan aturan dalam UU tentang perlindungan anak.

"Karena pelaku sudah membawa senjata tajam, itu benda yang bisa membahayakan orang lain. Jadi akan tetap diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," katanya.

Rencananya, kata dia, pihak-pihak yang terlibat segera akan dipertemukan. Seharusnya, kata dia, pertemuan itu sudah dilakukan, tapi karena belum lengkap maka ditunda.
"Akan kita pertemukan segera untuk menyelesaikan masalah ini," jelasnya.

Sebelumnya, diduga rebutan limbah industri pabrik otomotif, dua kubu organisasi kemasyarakatan (Ormas) nyaris bentrok di Jalan Diponogoro, Tambun Kabupaten Bekasi, Rabu 2 Juni 2021. Atas kejadian itu, dua anggota ormas berhasil diamankan.

Di lokasi, masing-masing anggota Ormas itu terlihat membawa sejumlah benda tumpul, seperti kayu. Beruntung bentrokan itu dapat dilerai petugas gabungan TNI Polri.