Polisi Sebut Sudah Ada 4 Laporan Terkait Ulang Tahun Khofifah

·Bacaan 3 menit

VIVA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Jawa Timur dan dua elemen lainnya melaporkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Kepolisian Daerah (Polda) setempat, Senin, 24 Mei 2021.

Hal yang dilaporkan sama, yakni dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di acara ulang tahun ke-56 Khofifah, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu malam, 19 Mei 2021.

Sekretaris Wilayah Lira Jatim Mahmudi Ibnu Khotib mengatakan, laporan dilayangkan karena kecewa dengan kegiatan ulang tahun Khofifah di Gedung Negara Grahadi yang diduga tanpa mematuhi protokol kesehatan. Hal itu, menurut dia, gambaran pemimpin publik yang tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Di sisi lain, lanjut Mahmudi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberlakukan penyekatan secara ketat saat musim mudik-balik Lebaran pada 6-17 Mei 2021 lalu dan diperpanjang hingga tanggal 24 Mei. “Karenanya kami datang untuk mengadukan yang terindikasi melakukan dugaan pelanggaran prokes oleh oknum salah satu gubernur dan OPD,” ujarnya di SPKT Polda Jatim di Jalan A Yani Surabaya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Gator Reli Handoko mengatakan, hingga saat ini sudah ada empat pelapor dari masyarakat yang mengadukan dugaan pelanggaran prokes dalam kegiatan ulang tahun Khofifah. Selain Arek Aktivis Suroboyo 98 Tangi dan Lira Jatim, juga sudah melapor advokat M Soleh dan kelompok dari Barisan Pemuda Nusantara.

Ia mengatakan, objek yang dilaporkan oleh keempat pelapor itu sama, yakni Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Cs terkait dugaan pelanggaran prokes. “Karena laporannya sama, maka kami akan tindaklanjuti salah satu laporan saja. Yang lain bukan tidak diterima, tetap diterima, tapi yang diproses hanya satu laporan,” ujar Gatot.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menggambarkan kerumunan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, viral di media sosial. Kerumunan itu diduga pesta ulang tahun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu malam, 19 Mei 2021.

Video itu mulai tersebar di jejaring WhatsApp dan media sosial sejak Kamis kemarin. Sontak setelah itu sebaran meluas di berbagai aplikasi medsos. Bahkan, akun gosip, Lambe Turah, ikut-ikutan menyebarkan video tersebut, Jumat, 21 Mei 2021.

Plh Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono mengaku sebagai inisiator acara ulang tahun ke-56 Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu malam, 19 Mei 2021 yang videonya viral karena acara itu menimbulkan kerumunan banyak orang.

Kata Heru, acara itu bersifat kejutan atau surprise karenanya Khofifah tidak tahu-menahu soal rencana itu.

Heru menjelaskan, acara itu hanya dihadiri 30 orang, terdiri dari beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pegawai. Ditambah petugas Gedung Negara Grahadi, total orang yang hadir di acara itu berjumlah 50 orang. Jumlah itu jauh lebih sedikit dari kapasitas normal Grahadi sebanyak 2.000 orang. Karena itu ia menegaskan tidak ada kerumunan dalam acara tersebut.

“Ibu Gubernur pun tidak tahu kalau kita membuat acara. Ini surprise. Karena apa? Ibu Gubernur selalu memberikan perhatian kepada stafnya setiap ulang tahun. Saya ulang tahun diperhatikan,” kata Heru saat diklarifikasi soal video kerumunan ultah Khofifah di kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat, 21 Mei 2021.

Khofifah juga mengklarifikasi dan meminta maaf soal itu melalui jejaring grup WhatsApp dan akun Instagram Pemprov Jatim pada Sabtu, 22 Mei 2021. Ia mengklaim acara tersebut bukan inisiatif dirinya dan di lokasi sudah sesuai protokol kesehatan. Adapun video yang beredar, menurutnya, adalah pengambilan gambar saat acara akan bubar.