Polisi Sebut Tiap Titik Penyekatan PPKM Darurat Ada Masyarakat Melawan

·Bacaan 1 menit

VIVAPolisi mengaku ada perlawanan yang dilakukan masyarakat yang tidak terima jalannya ditutup karena.Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Perlawanan bahkan tidak pada satu titik penyekatan saja.

"Iya di setiap titik ada (masyarakat melawan petugas)," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Senin, 5 Juli 2021.

Meski ada perlawanan, polisi tidak serta merta langsung melakukan tindakan represif. Dia mengklaim petugas tetap melayani dengan persuasif, sabar, dan humanis. Sambodo menyebut belum ada penindakan hukum terhadap masyarakat selama PPKM darurat diberlakukan sejak Sabtu, 3 Juli 2021. Warga baru diputar balik saja.

"Kecuali kalau yang bersangkutan memang ngeyel dan sudah tiga kali diperingatkan oleh petugas, maka berdasarkan undang-undang kita bisa melakukan penindakan karena melawan petugas. Semua diputar balik, memang kita hanya putar balik, kita imbau untuk dia kembali," katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi pada Kamis, 1 Juli 2021 memberikan pengumuman mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menyusul makin meningkatkan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia dan merebaknya varian baru Corona Delta.

"Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta sebagaimana disiarkan via YouTube Sekretariat Presiden.

Pembatasan aktivitas masyarakat akan dilakukan dengan lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Pengaturan akan dilakukan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi.

"Situasi ini membuat kita harus mengambil langkah-langkah yang lebih tegas," kata Jokowi.

Baca juga: Lenteng Agung Macet, Kombes Sambodo: Penanganan Covid Sulit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel