Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Gagal Ginjal Akut, Akan Ada Penetapan Tersangka?

Merdeka.com - Merdeka.com - Bareskrim Polri berencana melakukan gelar perkara kasus dugaan pidana produksi obat sirop yang menyebabkan ratusan anak meninggal karena gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) , dalam waktu dekat.

Dirtipidter Bareskrim, Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan gelar perkara sedianya dilakukan hari ini. Tetapi ditunda karena masih membutuhkan keterangan ahli.

"Melakukan gelar perkara harusnya hari ini, ternyata beberapa ahli mundur waktunya," kata Pipit saat dikonfirmasi, Senin (14/11).

Soal potensi adanya tersangka, Pipit mengatakan jika pihaknya masih menunggu hasil dari gelar perkara yang bakal dilakukan dalam waktu dekat nanti.

"Pelaksanaan gelar perkara gitu aja, nanti kita umumkan pasti (tersangkanya)," kata dia.

Sementara itu untuk proses pendalaman kasus, Bareskrim Polri kembali periksa empat pejabat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Dari BPOM ada empat yang telah diperiksa," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (14/11).

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut materi yang digali terhadap pejabat BPOM itu. Menurutnya, materi klarifikasi seputar pengawasan obat sirop.

"Jadi kemarin itu mereka sudah menjelaskan tentang job desk masing-masing di bidang pengawasan tugasnya seperti apa," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik akan kembali melakukan pendalaman guna mengusut dugaan tindak pidana dalam kasus ini.

"Hari ini ahli farmasi sudah diperiksa, tinggal ahli hukum pidananya," pungkasnya.

Naik Penyidikan

Bareskrim Polri telah memutuskan terkait dengan kasus gagal ginjal akut yang diduga disebabkan akibat obat sirop dengan menaikan kasus terhadap PT Afi Farma Pharmaceutical Industries (Afifarma) ke tahap penyidikan.

"Terkait dengan penanganan kasus gagal ginjal akut anak, hari ini Bareskrim Polri telah gelar perkara dalam rangka meningkatkan status penyelidikan jadi penyidikan terhadap temuan produk obat PT AF," kata Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Pol, Nurul Azizah kepada wartawan, Selasa (1/11).

Setelah kasus PT Afi Farma naik ke penyidikan, kata Nurul, saat ini penyidik tengah menyiapkan administrasi penyidikan (mindik) dan beberapa langkah guna melengkapi barang bukti untuk menetapkan tersangka

"Tindak lanjutnya membuat mindik serta pengamanan barang bukti. Selanjutnya melakukan riksa dan cek terhadap produsen obat PT AF dan supplier bahan baku," kata Nurul.

"Melakukan pendalaman dan klarifikasi Badan POM terkait izin edar, melakukan pengawasan obat sediaan farmasi," lanjutnya. [lia]