Polisi: Selama PPKM Darurat dan Level 4 Mobilitas Warga Turun

·Bacaan 1 menit

VIVA - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo, mengklaim selama penerapan PPKM darurat dan PPKM level 4 di Jakarta, mobilitas warga dapat ditekan. Hal ini, kata dia, diketahui berdasarkan Google mobillity.

Penurunan angka mobilitas banyak terjadi pada tempat umum seperti taman, sarana transportasi, dan tempat olahraga. Penurunan disebabkan akses ke tempat tersebut terbatas bahkan ada yang ditutup.

"Di taman-taman umum terjadi penurunan sampai minus 53 persen dan minus 43 persen di tempat kerja dan di tempat retail turun 37 persen. Yang ada kenaikan kenaikan itu ada di pemukiman perumahan yang memang ada kenaikan. Selebihnya itu ada penurunan mobilitas," kata dia di Markas Polda Metro Jaya, Selasa, 3 Agustus 2021.

Selain Google mobility, Sambodo mengklaim hal serupa ditunjukkan berdasar data dari Facebook mobillity. Walau tidak merinci angkanya secara pasti, Sambodo menyebut penurunan mobilitas di Ibu Kota melebihi angka nasional.

"Ini kalau kami mengacu ke Facebook mobility sampai 30 Juli terlihat bahkan penurunan mobilitas di DKI jakarta itu melebihi penurunan di level nasional. Di tempat kerja selisihnya hampir 7 persen," katanya.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 9 Agustus, Ini Pesan Anies

Sementara itu, berdasar pantauan di Gerbang Tol dan ETLE menunjukkan angka volume lalu lintas berdasarkan tiga gerbang tol yang jadi pintu masuk ke Jakarta yaitu Gerbang Tol Halim, Gerbang Tol Cililitan, dan Gerbang Tol Tomang, volume lalu lintasnya fluktuatif selama penerapan PPKM Darurat maupun PPKM Level 4. Namun, semua angka itu berada di bawah saat lalu lintas normal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel