Polisi Selidiki Cabai yang Diduga Dicat Merah Biar Segar

Agus Rahmat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Media sosial sempat dihebohkan oleh sebuah video yang beredar, mengenai cabai rawit yang diduga diberi pewarna, agar tampak segar dan merah. Namun setelah dimasak, cat tersebut luntur, seperti yang terekam dalam video itu.

Video tersebut disebut-sebut terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Aparat Kepolisian Resor Kota Banyuwangi pun bergerak melakukan penyelidikan.

“Masih dilakukan pendalaman oleh Polresta Banyuwangi,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko, di Markas Polda Jawa Timur di Surabaya pada Selasa, 23 Maret 2021.

Baca juga: Perkosa Anak Hingga Tewas Lalu Digantung, Paedofil Divonis Mati

Video yang viral itu diunggah, di antaranya oleh akun Facebook Agung Emfet Putra Blambangan sejak beberapa hari lalu. Dalam video itu, terlihat seseorang sedang menumis cabai rawit dan mengeluarkan cairan warna oranye kemerahan. Cairan itu lama-lama mengental.

"Lombok iso dicet (dicat) lho. deloken to. Ati-ati tenan dulur-dulur kabeh konco-konco kabeh lek ngumbah sing tenanan. Deloken iki lho cat iki lho. Cat orenye warna lombok iki lho (Lombok bisa dicat lho. Lihatlah. Hati-hati saudara-saudara semua, teman-teman semua. Kalau mencuci yang bersih. Lihatlah ini kan cat. Cat warna oranye lombok)," suara pria dalam video itu.

Kombes Gatot menuturkan, pembuat video sudah dimintai keterangan oleh penyelidik Polresta Banyuwangi. Menurut keterangan si pembuat video, cabai rawit yang diduga diolesi cat pewarna itu dibeli oleh neneknya.

“Yang bikin video sudah dimintai keterangan,” katanya.

Kepolisian juga tengah mencari penjual cabai rawit seperti tergambar dalam video tersebut. Selain hal itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah cabai yang dijual betul-betul dilumuri cat pewarna agar terlihat segar.

Penyelidik Polresta Banyuwangi, lanjut Gatot, juga sudah mengambil sampel cabai rawit dimaksud untuk diuji di Laboratorium Forensik Kepolisian RI Cabang Surabaya di Markas Polda Jatim.

“Tim Labfor di sini masih menunggu sampel cabainya dari Polresta Banyuwangi,” ujarnya.