Polisi selidiki dugaan pemerkosaan di Pademangan

Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak pada Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki dugaan pemerkosaan terhadap wanita berinisial SV (21) oleh tiga pria tidak dikenal saat merampok rumah korban di kawasan Pademangan.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) pada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Polisi Marotul Aeni kepada wartawan di Jakarta Utara, Senin, mengatakan, sehari setelah menerima laporan dari korban pada 12 Mei, pihaknya meminta hasil visum.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) untuk pendampingan korban.

"Kami sudah visum dan hasilnya masih menunggu. Kami juga bekerja sama dengan P2TP2A untuk bantuan pendampingan secara psikologis," katanya.

Kalau korban ada gangguan psikis dan trauma segera dilakukan pemulihan. Pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara guna mencari bukti-bukti supaya kasus itu bisa segera terungkap.

Baca juga: Polisi buru pemerkosa bocah 12 tahun di Jakarta Selatan

Selama pemeriksaan, korban ditempatkan di rumah khusus yang masih dirahasiakan sebagai langkah perlindungan terhadap korban yang mengaku takut tinggal di rumahnya sendirian.

"Sekarang kami amankan ke rumah aman di DKI. Jadi tempatnya rahasia," kata Aeni.

Aeni mengatakan, SV mengaku didatangi tiga orang yang masuk rumahnya secara paksa saat dia di rumah sendirian.

"Tiga orang itu diketahui mencari kakak SV. Karena kakaknya tidak ada, hanya ada korban di rumah, tiba-tiba tiga pelaku itu masuk secara paksa dan melakukan pemerkosaan," kata Aeni.

Berdasarkan pengakuan SV, tiga pelaku tidak pernah dia kenal. Saat kejadian, korban sendirian dan berada di lantai dua rumahnya.

"Karena kejadian di lantai dua. Apakah di bawah ada orang lagi kita enggak tahu, enggak ada saksi yang melihat. Jadi tiba-tiba orang itu masuk," kata Aeni.

Baca juga: Polisi tangkap sopir taksi daring terduga pemerkosa perawat di Bogor

Ketua RT tempat tinggal korban, Sujito mengatakan, pihaknya menerima laporan dari keluarga korban bahwa SV diduga diperkosa setelah kediamannya dimasuki orang tak dikenal.

"Kejadiannya itu sekitar tanggal 11 atau 12 Mei. Saya dapat laporannya dari pihak keluarganya kalau anaknya itu (SV) diperkosa, terus rumahnya dibobol," kata Sujito saat ditemui di lokasi, Senin.

Berdasarkan keterangan SV, Sujito menceritakan bahwa saat itu ada tiga pria tak dikenal masuk ke dalam rumah korban.

Ketiga pria itu kemudian naik ke lantai 2 dan langsung melakukan penganiayaan berujung pemerkosaan terhadap SV.

"Saya tanya ke korban, katanya orang masuk rumah dia, kemudian rumahnya dibobol," kata Sujito.

Baca juga: Polisi tangkap empat pelaku pemerkosaan gadis 13 tahun

Sujito juga sempat mengecek ke rumah SV dan menanyakan warga sekitar. Namun tetangga di sekitar rumah SV mengaku tak mendengar suara berisik apapun pada waktu maupun tanggal kejadian itu.

Sujito sebagai ketua RT juga sudah sempat memastikan langsung kondisi SV. Ia melihat ada luka memar pada bagian wajah SV yang diduga akibat pemukulan.

"Dia sempat kasih lihat, dia luka di bagian mata sama bagian pipi bawah bagian kanan, luka memar. Ada pemukulan sepertinya, ada bekas dianiaya," kata Sujito.

Sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan ini diviralkan pria yang mengaku sebagai pacar korban lewat media sosial Twitter.

Lewat akun @amindrapindo pada Sabtu (21/5), pria itu sempat mengunggah cuitan bahwa kekasihnya yang tak lain adalah SV dirampok dan diperkosa tiga orang. Saat ini, cuitan tersebut sudah dihapus pemilik akun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel