Polisi Selidiki Kasus Bom Iseng Mahasiswa UI

Depok (ANTARA) - Aparat Kepolisian Polsek Beji Kota Depok akan menyelidiki kasus bom iseng yang dilakukan sejumlah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA-UI).

Kapolsek Beji Kompol Agus Widodo di Depok, Jumat, menegaskan pihaknya akan segera mamanggil kepala perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA, serta Dekan Fakultas MIPA dan pelapor yang mengetahui adanya paket mencurigakan tersebut.

"Kami ingin mengetahui motif dan aksi yang mereka buat," ujarnya.

Ia mengatakan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah atas tindakan para mahasiswa tersebut, tetapi jika memang sengaja mengerjai seseorang maka akan kami tindak tegas.

Laporan adanya penemuan paket yang dicurigai bom itu sudah meresahkan masyarakat dan juga sudah mendatangkan tim Gegana dari Mako Brimob.

Ia berharap tindakan ini sebenarnya tidak sepatutnya dilakukan oleh mahasiswa apalagi sampai mendatangkan tim gegana untuk memeriksa bungkusan yang diduga bom. Padahal mahasiswa tersebut sudah mengetahui isi bungkusan tersebut bukan bom tetapi sebuah printer.

Apalagi, aksi mahasiswa tersebut diliput wartawan dan memberitakannya adanya dugaan bom di UI. Tentunya ini bisa meresahkan orangtua yang anaknya kuliah di UI ketika membaca berita tersebut.

Salah seorang mahasiswi Jurusan Geografi semester 8, Nur Aliyah mengatakan ini hanya aksi spontanitas karena hanya ingin membuat hiburan.

Para mahasiswa yang dikenal dengan sebutan We Are The Yellow Jacket ini menyanyikan lagu `Selamat Ulang Tahun` setelah tim Gegana dari Markas Komando Brigadir Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua mengetahui ternyata isi paket yang dicurigai bom tersebut adalah sebuah printer komputer.


Nur mengatakan tidak ada sama sekali unsur mengejek dan mencela para anggota polisi yang datang menangani paket yang mencurigakan itu. Justru aksi yang dilakukan itu hanya sebagai bentuk hiburan kepada tim Gegana Mako Brimob Kelapa Dua yang berhasil membuka paket yang disinyalir bahan peledak itu.


Ia menyampaikan permintaan maaf jika ada pihak yang merasa kesal dengan tindakan yang dilakukan para mahasiswa.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.