Polisi Selidiki Oknum Aparat Belagu yang Aniaya Sopir Kontainer

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Pol Dwi Prasetya angkat bicara menanggapi penganiaya sopir kontainer di Jl Yos Sudarso Sunter, Tanjung Priok, yang diguga oleh oknum aparat kepolisan.

Hal ini merujuk dari plat mobil Mitsubishi Pajero bernomor polisi B 1861 QH yang diduga milik petinggi kepolisian.

"Saya belum bisa pastikan, masih dilidik. Saya enggak mau ngasih statement yang lain, masih dilidik. Saya nggak mau menduga-duga," kata Dwi saat dikonfirmasi awak media, Minggu, 27 Juni 2021.

Dwi menjelaskan, pemakaian plat polisi itu dapat dilakukan oleh siapapun. Sehingga, belum dapat dipastikan pelaku penganiaya sopir truk anggota kepolisian. Karena itu, pihaknya ingin mendalami terlebih dahulu kasus ini.

"Saya ulangi, saya nggak mau praduga-praduga, kami masih lidik. Kalau memang sudah ada pastinya, pasti nanti kami sampaikan, ya," kata Dwi.

Penganiayaan terhadap sopir kontainer ini sebelumnya sempat viral di media sosial. Dalam keterangan di video, kejadian itu terjadi di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara, kemarin.

Pengendara Mobil Pajero dengan sopir truk kontainer awalnya terlibat cekcok, hingga akhirnya berujung penganiayaan.

“Belagu banget kasihan sopir kontainernya, belagu banget mentang-mentang Pajero,” ujar perekam video.

Pelaku sempat pergi meninggalkan korban usai dilerai oleh masyarakat. Namun ia kembali lagi ke lokasi dan memecahkan kaca depan truk. Pelaku juga berkali-kali memukul sopir dengan batang besi.

Hal ini sempat membuat kemacetan. Warga pun berkali-kali membunyikan klakson supaya pelaku pergi dan menghentikan tindakannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel