Polisi Selidiki Pembuang Mayat Bayi di Pot Bunga

TEMPO.CO, Jakarta--Kepolisian Sektor Matraman masih menyelidiki pelaku pembuang mayat bayi perempuan di sebuah pot bunga di Jalan Kayu Manis VI, Gang Jarak, RT 10 RW 05, Matraman, Jakarta Timur, pada Rabu pagi, 20 Februari lalu. Kepala Polsek Matraman Komisaris Joko Santoso mengatakan pelaku diduga membuang bayi tersebut saat melintasi Jalan Kayu Manis.

"Kalau dilihat dari penemuan mayat bayi, pelaku membuangnya saat melewati jalan itu dan diletakan di pot bunga yang terletak di pinggir got sebelah kiri jalan Kayu Manis," kata Joko saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Februari 2013. (Lihat: Astaga! Mayat Bayi Dibuang di Pot Bunga)

Namun, Joko mengaku belum mengetahui apakah pelaku merupakan orang sekitar atau tidak. Sebab, sampai saat ini pihaknya masih mencari siapa orang tua bayi tersebut. "Belum, masih kami selidiki, saksi-saksi sudah kami periksa," ujarnya.

Menurutnya, jasad bayi tersebut saat ini berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.Kini, kondisinya sudah dikafankan dan disimpan di freezer atas kamar mayat RS Cipto.

Rabu pagi, sekitar pukul 05.00, warga menemukanbayi perempuan yang diperkirakan masih berusia 3 minggu di sebuah pot bunga di Jalan Kayu Manis VI, Matraman, Jakarta Timur. Saat ditemukan, kondisi bayi tersebut sudah tidak bernyawa dengan terbungkus kain putih dan bantal kaos kuning. »Warga sempat membawanya ke puskesmas terdekat, kemudian petugas membawa ke RSCM,” ujar Joko.

Bayi itu memiliki panjang 48 sentimeter dengan berat 2,7 kilogram. Namun, tidak ditemukan ari-ari atau plasentanya di sekitar lokasi penemuan bayi tersebut.

AFRILIA SURYANIS

Berita Lainnya:

Kisah Bayi-bayi Merana di Sekitar Ibu Kota

Kasus Dera, RS Diminta Tambah Kapasitas Kelas III

YLKI Desak Kemenkes Lakukan Investigasi

Ahok: Premi Kartu Jakarta Sehat Rp 23 Ribu

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.