Polisi Siapkan Rute Antar Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182

Siti Ruqoyah, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Maskapai Sriwijaya Air JT182 Boeing 574-372 rute Jakarta Pontianak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 hilang kontak di Kepulauan Seribu. Pesawat tersebut mengangkut puluhan penumpang yang terdiri dari orang dewasa, anak-anak dan crew pesawat.

Sejak beredar kabar tersebut sejumlah pihak keluarga penumpang Sriwijaya Air langsung mendatangi gedung Crisis Center Bandara International Supadio Pontianak di Kabupaten Kubu Raya untuk mencari informasi dan melakukan pengambilan sampel DNA dan pemeriksaan Antemortem.

Sebagai bentuk simpati dan dukungan moril kepada keluarga yang tertimpa musibah, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji juga turut mengunjungi gedung Crisis Center Sriwijaya Air Bandara International Supadio Pontianak.

"Untuk saat ini kita masih menunggu informasi dari Badan SAR Nasional, dan kami sudah menyiapkan petugas psikolog untuk memeriksa kondisi keluarga korban,"ujar Sutarmidji kepada VIVA pada Minggu, 10 Januari 2021.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, mengatakan, sejak ada informasi pesawat Sriwijaya Air JT182 hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 telah menyiapkan pengamanan di area gedung Crisis Center di Bandara Supadio Pontianak.

"Sejak kemarin kami sudah menurunkan sejumlah anggota untuk melakukan pengamanan yang dibantu anggota TNI di area gedung crisis center, baik saat kedatangan keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air untuk melakukan pengambilan sampel DNA dan pemeriksaan Antemortem,” kata Sigid.

Ia mengatakan, Polda Kalbar saat ini masih menunggu informasi dari Basarnas pusat terkait adanya informasi pesawat Sriwijaya Air mengalami musibah hilang kontak di Kepualauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

"Kami juga sudah menyiapkan skema pengamanan evakuasi kedatangan jenazah baik dari Bandara Supadio Pontianak hingga ke rumah duka,"tuturnya.