Polisi siapkan skema pengalihan arus lalin di DPR

Kepolisian menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas (lalin) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, khususnya jika peserta unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat berpindah ke gedung parlemen, Senin.

"Kita sudah siapkan dan akan diterapkan secara situasional," kata Kanit Lalulintas Polsek Metro Tanah Abang, AKP Efo Rudy di Jakarta.

Dijelaskan, jika massa semakin banyak dan menutup Jalan Jendral Gatot Subroto depan gedung DPR, pihaknya akan menutup jalan dari bawah jalan layang (fly over) Ladogi.

Dengan demikian, kendaraan yang melaju dari arah Semanggi menuju Slipi akan dialihkan ke arah Hotel Mulia.

Sedangkan, untuk pengendara yang melaju dari arah gedung TVRI menuju depan gedung DPR diarahkan untuk putar arah di bawah jalan layang Ladogi.

Baca juga: Arus lalin di Bundaran Patung Kuda-Gedung DPR dialihkan

Tidak hanya pengalihan arus, pihak juga telah menyiapkan petugas untuk mengimbau demonstran agar tidak parkir di depan gedung DPR RI.

Para demonstran diharapkan untuk memarkirkan kendaraannya di gedung Asia Afrika, Senayan Jakarta Pusat.

"Kita imbau untuk diparkir di sana. Ada 80 personel lalulintas yang disiapkan untuk berjaga di kawasan DPR," jelas dia.

Rudy melanjutkan, sejauh ini baru tiga aliansi yang tercatat akan menggelar unjuk rasa di depan gedung parlemen.

Tiga aliansi ini terdiri dari kelompok mahasiswa dan buruh. Mereka datang untuk menyuarakan penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga: 100 personel polisi disiagakan untuk demo ojek daring di Blok M

Rudy berharap unjuk rasa hari ini bisa berjalan dengan tertib dan tidak menimbulkan kerusuhan yang meresahkan warga.

Demonstrasi penolakan kenaikan harga BMM dilakukan secara serempak di dua lokasi. Lokasi pertama di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Mereka Barat dan depan gedung DPR, Jakarta Pusat.

Beberapa elemen massa yang terdiri dari kelompok mahasiswa, buruh dan kelompok masyarakat lain pun turun ambil bagian dalam demonstrasi Senin ini.

Pemerintah sebelumnya menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter sejak Sabtu 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Baca juga: Ribuan polisi disiagakan untuk amankan demo kenaikan BBM