Polisi Sita 10 Kendaraan Pengetap BBM di Samarinda, Dua Orang Jadi Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menyita 10 motor dan mobil boks pengetap bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dan Solar subsidi. Dua orang ditetapkan tersangka dari kasus itu. Semua kendaraan itu disita dari kegiatan penindakan Polresta Samarinda dan Polsek jajaran 18-21 Juli 2022, yang diawali dengan sidak ke salah satu SPBU.

Polisi juga menyita mobil pikap penyebab kebakaran yang menghanguskan enam bangunan di Jalan Kebahagiaan Samarinda. Pemilik mobil, MS, ditetapkan tersangka.

Mobil itu diketahui hendak digunakan mengetap BBM Pertalite di SPBU karena MS juga memiliki usaha BBM eceran Pertamini yang juga sudah disita polisi.

"Kebakaran disebabkan percikan api dari mobil pikap Grand Max," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli di kantornya, Jumat (22/7).

Selain itu polisi menangkap warga berinisial YE, Kamis (21/7). Dia tepergok petugas Polsek Sungai Kunjang menimbun solar subsidi dalam mobil boks yang dimuat dalam dua drum berikut selang pengisian. Pemilik mobil YE juga ditetapkan tersangka.

"Karena sulit dapat BBM solar maka yang bersangkutan membeli solar dan menampung (dalam drum) untuk truk yang digunakan untuk perniagaan ke Kota Bontang," ujar Ary.

Ary menegaskan kepolisian memberi atensi serius antrean BBM Pertalite di SPBU yang belakangan diketahui para pengetap ikut antre di barisan pengantre.

"Edaran Wali Kota, motor maksimal mengisi Rp50 ribu dan mobil Rp300 ribu. Pertamina juga melarang SPBU melayani kendaraan bertangki modifikasi. Keterangan Pertamina seharusnya kuota BBM subsidi yang ada itu mencukupi untuk kebutuhan warga Samarinda," jelas Ary.

Meski dari 10 motor yang disita ada yang bertanki standar pabrikan, namun dalam praktiknya motor itu bolak balik mengisi Pertalite di SPBU. Polisi sementara menerapkan sanksi tilang dan menunggu pemilik motor menunjukkan surat-surat kendaraan dan juga harus mengembalikan tangki ke kondisi standar pabrikan.

"Personel Polsek jajaran sudah paham soal itu (motor tangki modifikasi) dan saya perintahkan terus memantau SPBU," tegas Ary.

Selain menyita 10 motor dan mobil boks, juga menyita dispenser Pertamini, selang pengisian, dua drum solar, selang dan jeriken kapasitas 35 liter. Penyidik menjerat MS dan YE dengan UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja perubahan Undang-undang No 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel