Polisi Sita 31 Airsoft Gun Ilegal di Medan

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Petugas kepolisian dari Polda Sumut melakukan penggerebekan di sebuah rumah berlantai dua yang diketahui sebagai tempat penjualan senjata airsoft gun tanpa izin, bertempat di Jalan Madong Lubis No 16/28.

Dalam penggerebekan ini, sebanyak 21 unit airsoft gun laras panjang, dan 10 unit senjata laras pendek berhasil disita serta menangkap pemilik senjata bernama Awi.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, menjelaskan awal pengungkapan ini setelah polisi yang mendapat informasi adanya penjualan senjata tanpa izin, langsung melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai pembeli.

Dari situ polisi mendapati keberadaan gudang penyimpanan senjata airsoft gun tanpa izin di rumah toko (ruko) yang dijadikan bengkel bubut tersebut.

Polisi melakukan penggerebekan, dan menemukan puluhan senjata airsoft gun tanpa izin yang disimpan di lantai dua beserta pemiliknya.

"Kita temukan 31 pucuk airsoft gun tanpa izin, yang terdiri daru 10 pucuk laras pendek dan 21 pucuk laras panjang," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Sadono Budi Nugroho seusai penggeledahan, Rabu (20/2).

Sadono menjelaskan, sepucuk airsoft gun laras pendek diketahui dijual dengan harga Rp 6,5 juta. "Kalau yang panjang kita belum tahu, kita tunggu dia (tersangka) diperiksa. Begitu juga dengan asal barangnya, baru kita ketahui setelah dia diperiksa," ucapnya.

Kata Sadono, A Wi dijerat dengan
UU Darurat tentang Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak.

Awi sendiri membantah kalau dia mengedarkan senjata tanpa izin. Dikatakannya, dirinya hanya teknisi perbaikan airsoft gun, dan pelangganya banyak datang dari Jakarta.

Untuk penyelidikan lebih lanjut tersangka beserta barang bukti langsung dibawa petugas ke Mapolda Sumut.

Ketika ditanya wartawan, Awi mengaku memperoleh airsoft gun dari Jakarta. Senjata itu dikirim melalui jalur udara dan laut. Untuk keperluan penyelidikan, Awi pun digelandang ke Mapolda Sumut.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.