Polisi Sita Handphone Jerinx

·Bacaan 1 menit

VIVA – Polisi menyita barang bukti berupa handphone dari drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Aryastina alias Jerinx. Penyitaan itu terkait kasus dugaan pengancaman lewat media sosial terhadap Adam Deni.

Ponsel yang disita tersebut, diduga yang dipakainya untuk mengancam Adam Deni lewat media sosial.

"Barang bukti yang disita handphone-nya," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat 30 Juli 2021.

Telepon genggam Jerinx disita, saat penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksanya pada 28 Juli 2021 lalu. Jerinx diperiksa di Polres Badung.

Baca juga: Penyidik Polda Metro Periksa Jerinx SID di Bali

Kata Yusri, dalam waktu dekat penyidik berencana memeriksa beberapa saksi lain. Kemudian, pada akhirnya penyidik sudah bisa menetapkan tersangka dalam kasus ini.

"Penyidik sudah memeriksa saudara J sebagai saksi. Kita sambil menunggu hasil penyidikan dari beberapa saksi-saksi lagi yang akan kami periksa," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Deni melaporkan Jerinx ke Polda Metro Jaya atas tuduhan dugaan melakukan perbuatan pidana disertai ancaman kekerasan dan/atau pengancaman melalui media elektronik. Hal itu sebagaimana diatur Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Kasus tersebut bermula saat Adam Deni berkomentar dalam beberapa unggahan Jerinx. Ia menanyakan data mengenai endorsement COVID-19 yang dituduhkan Jerinx ke beberapa artis Tanah Air. Beberapa hari kemudian, Jerinx menghubungi Adam, Jerinx menuduh Adam sebagai orang yang menyebabkan akun Instagramnya hilang.

Pada saat berbincang melalui telepon, Adam merasa Jerinx telah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Adam juga mengaku merekam percakapannya dengan Jerinx tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel