Polisi Sita Lagi 400 Kotak Amal Terkait Teroris JI di Lampung

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tim Densus 88 Antiteror melakukan pengembangan atas penangkapan terduga teroris DW di Pringsewu, Lampung. Petugas mendapati lagi keberadaan 400 kotak amal yang diduga digunakan sebagai media pengumpulan dana kelompok terorisme Jamaah Islamiah atau JI.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, petugas melakukan penggeledahan di salah satu tempat yang merupakan cabang dari yayasan Abdul Rahman bin Auf.

"Mulai tadi malam mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 14.00 siang ini, Tim Densus 88 di bantu Polda Lampung dan personel dari Polres Pringsewu telah berhasil melakukan penyitaan kurang lebih 400 kotak amal, satu unit kendaraan roda empat jenis Toyota Kijang, dan sejumlah dokumen," tutur Ahmad dalam keterangannya, Kamis (4/11/2021).

Menurut Ahmad, lokasi penyitaan tersebut terletak di Pekon Klaten, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

"Saat ini tim Densus masih melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi tempat pengumpulan kotak amal," kata Ahmad.

Sebelumnya, Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menyita 791 kotak amal yang digunakan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal (BM) Abdurahman bin Auf (ABA) yang diduga untuk mendanai kegiatan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).

"Densus 88 juga menyita 791 kotak amal, sejumlah uang dan barang lainnya. Kotak amal yang disita adalah milik Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurahman bin Auf (LAZ BM ABA)", kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangannya, Rabu (3/11)

Adapun ratusan kotak amal tersebut disita dari sebuah rumah di Jalan Mahoni I, LK I, RT 06, Way Halim Permai,Way Halim, Bandar Lampung berdasarkan hasil penangkapan tiga terduga teroris di Lampung yang merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris di wilayah Jakarta dan Medan.

"Semua barang bukti dan tiga orang terduga diamankan untuk dikembangkan. Diimbau juga kepada masyarakat, ketua RT dan ketua lingkungan turut serta melakukan upaya pencegahan, seperti mengaktifkan wajib lapor 24 jam," katanya.

"Dan jika melihat atau mengetahui hal-hal yang mencurigakan terkait paham radikal agar melapor ke Bambinkamtibmas atau Babinsa," tamba Zahwani.

Sementara itu, Ketua LK I Kelurahan Way Halim Permai Panut Darwoko mengatakan, pihaknya tidak mengetahui perihal LAZ BM ABA yang disinyalisasi menjadi sumber pendanaan terorisme. Sebab, selama ini, LAZ ABA sering menggelar bakti sosial ke warga sekitar.

"Kami tahunya hanya yayasan dan sering memberikan bantuan sosial kepada anak yatim dan lainnya kepada warga. Dahulunya yang terpampang nama yayasan, lalu sering ada kegiatan seperti bekam dan lainnya," kata Panut.

Meski demikian, sejak awal orang-orang yang berada di Kantor LAZ BM ABA ini tidak pernah berbaur dengan warga. Selama empat tahun di Way Halim Permai, yang menempati kantor tersebut bukan warga lokal.

"Sejak pertama tinggal tidak pernah berbaur dengan warga dan intinya bukan warga kami," tegasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Polisi Tangkap Anggota JI

Sebelumnya, polisi mengungkap jika para teroris kelompok Jamaah Islamiyah atau JI menggunakan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal (BM) Abdurahman bin Auf (ABA) untuk mendanai program jihad, guna mendidik anggota atau kader muda.

"Program penggalangan dana tersebut, Ini merupakan sebuah kebutuhan organisasi JI yaitu pengkaderan atau menyiapkan kader-kader dari generasi JI. Di mana program tersebut dinamakan jihad global," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).

Ramadhan menyebut jika dana tersebut nantinya digunakan untuk memberangkatkan para kader muda JI ke wilayah konflik di luar negeri untuk menimba sejumlah pelatihan.

"Mengirim kader-kader untuk dikirim ke daerah-daerah yang merupakan daerah sasarannya. sepetti daerah konflik, negara Syria, Irak, dan Afghanistan," kata Ramadhan.

"Untuk melatih secara nyata kader-kader di lapangannya. Ini untuk meningkatkan kemampuan pasukan tempur dari anggota JI dan tentunya untuk meningkatkan kemampuan militer dari anggota JI tersebut," sambungnya.

Selain untuk melatih kader muda, kata Ramadhan, pemberangkatan itupun juga bertujuan bersilaturahmi dengan kelompok-kelompok radikal di negara konflik. Sehingga, hubungan dengan kelompok radikal lainnya akan terus terjalin.

"Tujuan dari program jihad global ini merupakan tujuan membangun, menjalin hubungan, atau menjalin silaturahmi, juga afiliasi dengan kelompok radikal Yang ada di negara konflik," tandas Ramadhan.

Sebelumnya, Densus 88 meringkus dua anggota JI. Mereka adalah DRS dan SU yang ditangkap di daerah Lampung pada Senin 1 November 2021.

Mereka ditangkap beradasarkan hasil pengembangan dari penangkapan S pria 61 tahun yang diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana terorisme, di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung, Minggu (31/10/2021) kemarin.

Adapun dugaan keterlibatan sepak terjang terjang S, berawal yakni sejak 1997 telah bergabung sebagai anggota Jamaah Islamiah (JI). Lalu, Pernah menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal (BM) Abdurahman bin Auf (ABA) Pusat, dan Ketua Korwil Barat LAZ BM ABA.

Bahkan S, juga pernah menjabat Ketua Cabang BM ABA Lampung hingga Ketua BM ABA pusat dari tahun 2018 sampai dengan sekarang. Selain itu, S juga diketahui rutin menghadiri beberapa pertemuan para senior JI baik di Jawa maupun Sumatera dalam penggalangan dana Program Jihad Global Jamaah Islamiyah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel