Polisi Sita Uang Pecahan Baru Sebesar Rp3,73 Miliar dari Pinggir Jalan

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Uang baru senilai Rp3,73 miliar disita polisi dari 6 orang saksi. Uang yang disita itu berupa pecahan uang baru dengan berbagai nominal.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Riski Santoso mengatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan uang bernilai fantastis tersebut. 6 orang yang terlibat dengan uang tersebut hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

"Uang sebagai barang bukti utama sudah kita amankan. 6 orang berstatus sebagai saksi," pungkasnya dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (21/4).

Ia menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Meski, Bank Indonesia (BI) telah memastikan jika uang tersebut adalah benar-benar asli.

"Kita masih lakukan penyelidikan hingga saat ini. Belum ada penetapan tersangka. Masih saksi," tambahnya.

Dikonfirmasi soal dugaan tindak pidana atas temuan uang itu, AKP Riski mengatakan, penyelidikan mengarah pada proses diperolehnya uang tersebut. Apalagi di sisi lain, pemilik uang bukanlah tempat penukaran jasa resmi.

"Uangnya sudah dipastikan asli. Cuma diatur SOP (standart operating procedure) tiap bank, ada batasan (penukaran uang). Sedangkan dia (Tukar uang) Rp3-4 juta untuk (bisa untuk) nasabah. Namun, dia bisa tukar uang sebesar itu ," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam perkara ini ada dugaan atas pelanggaran pasal 49 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Perbankan no 10 tahun 1998. Dalam aturan ini, mengatur soal pencatatan transaksi atau rekening suatu bank.

"Ada dugaan tidak tercatat pembukuan perbankan. Dugaan pelanggaran pasal 49 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Perbankan no 10 tahun 1998," tegasnya.

Ia bercerita, perkara ini terungkap saat anggota Kepolisian berpatroli di jam-jam rawan kejahatan. Saat itulah, anggota melihat ada aktifitas dua mobil mencurigakan di kawasan Jalan Desa Pagerluyung, Gedeg, Mojokerto.

Saat didekati, ternyata ada aktifitas orang tengah memindahkan sejumlah uang dari satu mobil ke mobil lainnya. Saat itu, petugas sempat mencurigai jika uang-uang itu adalah palsu.

Dalam proses penyelidikan, uang awal yang dimiliki para saksi adalah Rp5 miliar. Namun, oleh mereka, uang sebesar Rp1 miliar lebih telah berhasil ditransaksikan. Sehingga, kini hanya tersisa uang Rp3,73 miliar. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel