Polisi soal Macet Total arah Pelabuhan Merak: Bongkar Muat Kurang Optimal

Merdeka.com - Merdeka.com - Antrean kendaraan di ruas tol menuju Pelabuhan Merak mengular. Dalam video beredar nampak kepadatan terjadi diperkirakan belasan kilometer.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto mengakui, bahwa kondisi di Pelabuhan Merak saat ini pukul 09.50 Wib padat merayap.

"Berjalan tapi merayap. Padat merayap," katanya kepada merdeka.com, Sabtu (30/4).

Sayangnya, ia tak menjelaskan kemacetan terjadi hingga berapa kilometer. Namun pada pukul 08.50 Wib, antrean mencapai kurang lebih 11 kilometer dan ujung kemacetan berada di jalan Tol Tangerang-Merak.

Kepadatan diduga karena kurang optimalnya proses bongkar muat yang terjadi di Pelabuhan Merak.

"Kurang optimal pelabuhan dalam mengelola pengguna transportasi darat menyebabkan antrean yang panjang. Bongkar 1 jam, muat 1 jam, itu sudah berapa banyak kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan. Tidak sebanding. Kendaraan yang masuk kapal hanya berapa. Belum lagi untuk urus izin kapal," jelasnya.

"Situasi memang sudah padat karena volume sudah diberlakukan rekayasa mengatur arus masuk dan arus keluar dermaga agar arus keluar dan masuk tetap mengalir (tidak mengunci)," katanya.

Dihubung terpisah, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan mengatakan ada 2 dermaga tumpah artinya hanya bawa penumpang dari merak kembali dengn kapal tanpa penumpang, untuk percepatan sudah dioperasionalkan juga Pelabuhan Indah Kiat untuk percepatan pengurasan para pemudik ke Sumatera.

"Kepadatan tidak bisa dihindari karena volume kendaraan namun tetap dilakukan pengaturan agar tidak terjadi penguncian di dermaga," kata Suhanan saat dikonfirmasi merdeka.com.

Sementara itu, Pihak pengelola tol Tangerang-Merak PT Marga Mandalasakti (MMS) menyatakan bahwa puncak arus mudik di Gerbang Tol (GT) Cikupa dan GT Merak tidak sesuai prediksi sebelumnya yaitu mulai tanggal 29 April 2022 atau H-2 Lebaran.

Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak PT MMS Uswatun Hasanah menyebut bahwa jumlah kendaraan yang keluar dari GT Merak per-24 jam mulai Jumat (29/4) pukul 07.00 Wib sampai Sabtu (30/4) pada jam yang sama hanya 10.519 unit.

Jumlah tersebut masih di bawah total kendaraan per hari yang tercatat keluar dari GT Merak pada 26 April 2022 yaitu 11.249 unit.

Sementara, seperti dikutip Antara, dalam rentang waktu serupa, jumlah kendaraan yang memasuki GT Cikupa mengarah ke Merak adalah 50.168 unit.

Total itu belum melampaui 55.795 kendaraan yang masuk ke Cikupa pada dua hari sebelumnya.

Menurut Uswatun, setidak-tidaknya ada dua hal yang membuat pergeseran prediksi puncak arus mudik tersebut.

Pertama, kemungkinan pemudik memilih berangkat lebih awal demi menghindari kemacetan.

"Kemungkinan imbauan untuk cuti atau mudik lebih awal cukup efektif. Itu membuat banyak yang menghindari berangkat pada 29 dan 30 April 2022," tutur Uswatun.

Kedua, khusus di GT Merak, perkiraan puncak arus mudik di sana tak terwujud lantaran adanya rekayasa lalu lintas oleh polisi setelah kendaraan meninggalkan GT Cikupa menuju Merak.

Begitu menembus Cikupa, pihak polisi mengarahkan kendaraan-kendaraan tersebut ke Gerbang Tol Cilegon Barat, Gerbang Tol Cilegon Timur, Gerbang Tol Serang Barat atau Gerbang Serang Timur.

"Itu berpotensi menjadi kemungkinan penyebab. Meski begitu, awalnya kami memprediksi GT Merak akan melayani 20 ribu kendaraan pada 29 April 2022 dengan penambahan gardu tandem," katanya.

Meski begitu pihak PT MMS menyatakan bahwa sepanjang 28 April sampai 29 April 2022 pukul 04.00 Wib, ada ekor antrean kendaraan pada kilometer 89-90.

Kondisi itu diyakini sebagai dampak dari besarnya volume kendaraan mengarah ke Pelabuhan Merak. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel