Polisi sudah miliki sketsa pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang

·Bacaan 1 menit

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat sudah memiliki sketsa terduga pelaku kasus pembunuhan ibu dan anak yang terjadi di Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yani Sudarto, mengatakan, sketsa wajah itu terungkap dari proses penyelidikan mereka walau dia belum menyebutkan identitas lainnya dari sketsa itu.

Baca juga: Keluarga minta pembunuh ibu-anak dijerat pasal pembunuhan berencana

"Kami memeriksa saksi yang potensial dengan mendapatkan sketsa wajah dari terduga yang potensial dalam kasus tersebut," kata dia, di Markas Polda Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Menurut dia, sketsa itu muncul setelah Tim Inafis Bareskrim Kepolisian mencocokkan keterangan para saksi yang sudah diperiksa. "Sketsa wajah dari Tim Inafis Bareskrim seperti ini," katanya.

Baca juga: Sepekan berlalu, polisi belum ungkap pembunuh ibu-anak di Subang

Dari sketsa yang dia tunjukkan, terduga pelaku itu pria berambut pendek. Gambar sketsa yang ditunjukkan merupakan foto menyamping dari belakang. Selain itu, hidung pria itu pun nampak tidak terlalu mancung. Pria itu pun menggunakan kemeja bermotif kotak-kotak berwarna gelap.

Sejauh ini, polisi pun masih terus melakukan penyelidikan dan belum mengungkap siapa pelaku tersebut setelah empat bulan berlalu.

Baca juga: Polisi tangkap pelaku pembunuhan ibu dan anak

Sebelumnya, warga Kabupaten Subang dikejutkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil. Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Dua jasad ibu dan anak itu ditemukan di bagasi mobil jenis Alphard di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Rabu (18/8). Identitas keduanya diketahui Tuti (55) dan anaknya, Amelia Mustika Ratu (23).

Baca juga: Polres Kupang tetapkan ibu bunuh anak kandung sebagai tersangka

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel