Polisi Takedown 27 Konten di Medsos

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M Iqbal Al-Qudusy mengatakan pihaknya sedang menyelidiki beberapa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax di media sosial atau medsos selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa dan Bali selama dua pekan mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Menurut dia, ada puluhan kasus yang tengah ditangani tapi tidak ada satu kasus yang naik ke tahap penyidikan. Kini, tim penyidik sedang mengusulkan kepada pemerintah untuk menurunkan 27 tayangan konten di media sosial.

"Jadi, sampai saat ini jumlah kegiatan takedown berita hoax ada 27 konten," kata Iqbal melalui keterangannya pada Rabu, 7 Juli 2021.

Menurut dia, kasus dugaan hoax di wilayah Jawa Tengah paling banyak ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga dan Blora yakni masing-masing ada tiga konten. Misalnya, kasus dugaan ujaran kebencian terhadap pemerintah diunggah akun twitter @TuyulBoker pada Minggu, 4 Juli 2021.

Menurut Iqbal, akun tersebut mengunggah konten soal pemakzulan presiden. Akun itu menyebut, kepala negara 'minim ilmu pengetahuan'. Pemilik akun Twitter @TuyulBoker menanyakan kapan presiden akan mundur.

Dalam unggahannya itu, kata dia, pemilik akun juga mengunggah sebuah foto yang berisi tulisan solusi terhadap sejumlah permasalahan dalam negeri adalah memakzulkan Jokowi.

Selain itu, Iqbal mencontohkan kasus lagi konten yang diunggah akun Didik Haryanto. Pemilik akun mengunggah pernyataan bahwa sejumlah larangan dalam protokol kesehatan COVID-19 ialah cara penyembuh ditengah wabah ini.

Misalnya, larangan pergi ke Masjid kegiatan sholat Jumat yang merupakan kewajiban umat Islam, shaf jaga jarak yang membuat hilangnya kesatuan umat, larangan berjabat tangan yang merupakan penggugur dosa, pemakaian masker yang membuat senyum tak terlihat.

"Siapa yang mendatangkan wabah, siapa yang bisa menghilangkannya umat telah lupa dan jauh. Kita percaya atau tidak, wabah ini takkan pernah bisa hilang selama kita jauh dari Yang Maha Kuasa dan Nabi-Nya," tulis pemilik akun tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel