Polisi Tangguhkan Penahanan Guru SMP Penghina Bupati Pangkep

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kapolres Pangkep AKBP Deni Hermana menyatakan, Budiman meminta tetap diizinkan berada di ruang sel.

"Sepertinya tersangka masih trauma, makanya tetap mau tinggal di polres dengan pengamanan dari kami," ujar Deni, usai menandatangani surat penangguhan penahanan Budiman, Kamis (7/2/2013).

Menurut Deni, Budiman sudah menandatangani surat pernyataan untuk tetap tinggal di polres dengan alasan keamanan.

Sejak menjadi tahanan di Mapolres Pangkep, sejumlah kerabat datang menjenguk, termasuk istri Budiman, Andi Rita (31), seorang pegawai negeri sipil di kantor kelurahan.

Namun, lanjut Deni, penangguhan penahanan tidak memengaruhi proses hukum yang sudah berjalan. Deni juga menjamin keamanan Pangkep tetap terkendali.

Ia mengimbau warga menyerahkan kasus ini sepenuhnya pada aparat. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Endi Sutendi mengatakan, penangguhan penahanan terhadap tersangka dilakukan setelah Kapolda Sulsel Irjen Mudji Waluyo mengintruksikan penangguhan terhadap tersangka.

“Ada laporan polisi makanya ditahan, tapi hari ini (kemarin) yang bersangkutan sudah ditangguhkan penahanannya," katanya.

Mantan Wakapolrestabes Makassar menambahkan, Bupati yang juga Ketua DPD II Partai Golkar, sudah memaafkan Budiman. Hanya, pemaafan Syamsuddin tidak menghentikan proses hukum terhadap Budiman.

"Penangguhan dilakukan karena yang bersangkutan kooperatif dan tidak menghilangkan barang bukti, serta alamat tempat tinggal mereka diketahui penyidik," jelas Endi.

Sementara, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid menyatakan, kasus penghinaan terhadap dirinya sudah diserahkan sepenuhnya ke penegak hukum.

“Ditahan atau ditangguhkan penahanannya, itu urusan polisi. Penangguhan penahanan tentu juga punya aturan sendiri,” tutur Syamsuddin.

Syamsuddin mengaku tidak tahu ada insiden pemukulan terhadap Budiman.

“Saya baru tahu dia dipukul setelah sudah ada di kantor polisi. Saya sama sekali tidak tahu ada yang memukul, apalagi memerintahkan orang memukulnya. Saya justru selalu menyatakan bahwa secara pribadi saya sudah maafkan,” papar Syamsuddin.

Kerabat Syamsuddin yang kebanyakan tinggal di Labbakkang, disebut-sebut tersinggung oleh komentar Budiman. Beberapa jam setelah komentar Budiman beredar, sejumlah kerabat bupati mendatangi kediaman Budiman. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.