Polisi Tangkap 4 Penculik Pria di Tebet, Korban Disekap di Bekasi

Fikri Halim, Foe Peace Simbolon, Vicky Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aksi penculikan oleh empat orang pemuda digagalkan Polres Metro Jakarta Selatan. Korban yang juga laki-laki itu disekap di salah satu rumah di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Kasus ini sendiri terungkap usai polisi dapat laporan dari pihak keluarga yang kehilangan kontak dengan korban berinisial BH itu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Jimmy Christian Samma mengatakan, BH tinggal seorang diri di Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan.

"Kakaknya mencoba menghubungi adiknya lewat sambungan telepon tapi tidak pernah bisa," ucap dia kepada wartawan, Sabtu 6 Maret 2021.

Baca juga: Polisi Pastikan Kelas ‘Yoga Orgasme’ oleh WNA di Bali Batal

Dirinya menjelaskan, awalnya kakak korban mendatangi tempat kos korban. Tapi, setibanya di sana, korban tidak ada. Lantas, kakak korban dapat informasi dari sekuriti setempat kalau adiknya diduga diculik oleh orang tidak dikenal.

"Didapati informasi bahwa korban dibawa sejumlah orang tidak dikenal dengan mengendarai dua unit mobil," katanya.

Dapat informasi tersebut, tak pakai pikir panjang kakak korban langsung ke Polres Metro Jakarta Selatan. Tak perlu waktu lama, penyidik yang dikerahkan untuk mencari korban berhasil menemukan tempat persembunyian pelaku. Keempat pelaku pun lantas dicokok polisi. Saat ini para pelaku sedang diperiksa intensif.

"Tim mengarah ke Cikarang Barat, Bekasi guna mengevakuasi korban dan menangkap para pelaku," katanya lagi.

Peristiwa ini bermula pada Senin, 3 Maret 2021 di sebuah kos-kosan tepatnya di Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah membenarkan penangkapan orang yang melakukan penculikan serta penyekapan tersebut. Namun saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Memang benar ada laporan dugaan penyekapan, penculikan, atau orang hilang,” ujar Azis kepada awak media, Sabtu, 6 Maret 2021

Azis menuturkan kejadian ini dilaporkan pada tanggal 5 Maret oleh kakak korban pertama kali dikarenakan mencoba mencari korban dengan cara menelepon beberapa kali tidak diangkat, sehingga mendatangi adiknya di kosan ketika didatangi ternyata tidak ada pada tanggal 3 Maret.

“Kemudian didatangi, di kos-kosannya ternyata tidak ada,” ungkap Azis

Kakak korban mendapati keterangan dari lingkungan sekitar yaitu pihak keamanan bahwa adiknya dibawa oleh beberapa orang keluar dan sudah beberapa hari tidak kembali.

“Kepolisian segera mengambil langkah-langkah penyelidikan dan akhirnya menemukan ada di satu tempat dengan beberapa orang,” terang Azis.