Polisi Tangkap 8 Anggota Geng Motor Bacok Warga hingga Tewas Gara-Gara Knalpot

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Sedikitnya 8 orang anggota geng motor yang merupakan pelaku penganiayaan hingga tewas terhadap seorang pria bernama Retno di Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (21/4) pekan lalu, akhirnya ditangkap polisi. Kapolres Belawan, AKBP Faisal Rahmat Husein, mengatakan para pelaku ditangkap tak lama usai penganiayaan itu.

"Kami sudah menangkap 8 orang tersangka, langsung pada hari kejadian itu juga," ujarnya, Senin (25/4)

Selain menangkap para pelaku, polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti empat sepeda motor hingga celurit yang digunakan untuk menganiaya korban hingga tewas. Tapi polisi belum mengungkapkan identitas para pelaku, namun tujuh di antaranya masih di bawah umur. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 338 KUHP.

"Untuk tersangka di bawah umur tentu kami tetap mematuhi aturan-aturan berlaku maupun yang sudah ditetapkan di undang-undang peradilan anak," ujar Faisal.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu orang tewas akibat diserang geng motor di Jalan Yos Sudarso, Simpang Kantor, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (20/4) malam. Korban tewas bernama Retno Suwito, warga Jalan Kail, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Dia tewas dengan luka bacok.

Berdasarkan kronologi dari polisi, kejadian itu berawal saat korban membawa istri beserta kedua anaknya dan adik iparnya jalan-jalan ke wilayah Marelan mengendarai sepeda motor dengan keadaan knalpot blong, Rabu (20/4) sekitar pukul 23.00 Wib.

Pada saat korban melintas di Simpang Titi Papan arah ke Martubung. Korban dipepet oleh sejumlah geng motor. Lalu, salah seorang anggota geng motor itu memaki korban lantaran knalpot blong yang dikendarainya.

Lalu, korban membalas makian tersebut. Kemudian, korban langsung ngebut hingga ke Simpang Kantor. Selanjutnya, berhenti di persimpangan itu untuk meminum jamu. Sekelompok yang diduga pelaku tersebut kemudian memutar balik ke arah Simpang Kantor menuju ke Sei Mati.

Saat itu beberapa dari pelaku memanggil korban. Selanjutnya, korban bersama istri dan kedua anaknya mengendarai sepeda motor lain pulang menuju Jalan Sei Mati. Namun, pada saat di Simpang Sei Mati para pelaku memaki korban sambil mengikutinya.

Lalu, tepat di depan sebuah gudang korban dipepet para pelaku sehingga terjatuh bersama kedua anak dan istrinya. Anak dan istri korban pun turut terluka. Sedangkan, korban langsung dianiaya oleh para pelaku menggunakan senjata tajam. Korban sempat berlari tapi tetap dikejar pelaku hingga terjatuh ke parit. Kemudian, para pelaku melarikan diri dan masyarakat membawa korban ke rumah sakit setempat. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel