Polisi Tangkap Beberapa Orang yang Mau Demo PPKM

·Bacaan 3 menit

VIVA – Beberapa orang yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa diamankan aparat kepolisian. Mereka ditangkap saat hendak mengikuti aksi yang akan digelar di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat.

"Iya (diamankan) beberapa orang," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Pol Marsudianto, Sabtu 24 Juli 2021.

Namun, Marsudianto tak menyebutkan secara rinci terkait penangkapan beberapa orang tersebut. Sebab, saat ini mereka yang ditangkap masih didalami untuk mengetahui peran dari masing-masing orang yang ditangkap.

"Masih didalami reserse itu perannya apa. Tapi yang jelas ini kan masih PPKM darurat," lanjutnya.

Ia juga belum dapat memastikan, apakah beberapa orang itu merupakan provokator atau membawa senjata tajam. Ia menyebut, jika mereka kedapatan membawa senjata tajam bisa langsung ditetapkan tersangka.

"Kalau memang ada barang buktinya, mungkin akan menjadi tersangka," sebut Marsudianto.

Sementara itu, aparat kepolisian telah menyiapkan pengamanan guna mengantisipasi adanya kabar soal aksi demonstrasi tolak PPKM di kawasan Istana Merdeka. Selain melakukan penutupan jalan, ribuan personel pun telah disiagakan untuk mengantisipasi aksi aksi unjuk rasa tersebut.

Marsudianto mengungkapkan, bahwa sebanyak 3.385 personel telah disiagakan. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari TNI, Polri, dan jajaran terkait.

"Ada 3.385 orang siap mengamankan demo," ungkapnya.

Ribuan personel tersebut telah bersiaga sejak pagi tadi, pukul 07.00 WIB. Nantinya, mereka akan berjaga di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

"Personel dikerahkan di sekitar Monas dan DPR," sambungnya.

Tak hanya itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan pengamanan di sejumlah ruas jalan di kawasan Istana Merdeka. Totalnya, ada 350 personel lalu lintas yang akan disiagakan.

Nantinya, mereka akan berjaga sejak pagi dan akan ditempatkan di jalan-jalan yang ditutup guna mengantisipasi penerobosan dari peserta aksi unjuk rasa. "Ada 350 personel (anggota Ditlantas)," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan.

Kemarin, kata Sambodo, pihaknya sudah mulai memasang barikade kawat berduri di sekitar Istana Negara. Sambodo juga belum dapat memastikan mengenai jam buka tutup di jalan tersebut dan akan bertindak sesuai situasi di lapangan.

"Penutupan situasional, melihat perkembangan eskalasi di lapangan," katanya.

Ia melanjutkan, bahwa tidak ada pengalihan arus lalu lintas. Sebab, hingga kini di Ibu Kota masih berlangsung aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Tidak ada pengalihan arus lainnya. Saat ini penyekatan PPKM level 4 masih berlangsung di Sudirman-Thamrin (Jakarta Pusat)," imbuh Sambodo.

Pantauan VIVA di lokasi pada pukul 12.00 WIB, suasana di kawasan Patung Kuda masih terpantau sepi. Namun, aparat kepolisian telah bersiaga sejak pagi.

Terlihat pula sejumlah kendaraan taktis milik kepolisian telah disiagakan. Arus lalu lintas saat ini juga terpantau masih lengang.

Ajakan demo

Ajakan aksi unjuk rasa di seluruh wilayah untuk menolak PPKM sebelumnya beredar di media sosial. Salah satunya aksi bertajuk 'Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game' yang dijadwalkan berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Sabtu hari ini.

Sejumlah massa dari komunitas ojek online alias ojol, mahasiswa, pedagang kaki lima, dan aliansi masyarakat lainnya berencana melakukan long march dari Glodok, Jakarta Barat.

Polri telah mengimbau masyarakat agar tak terhasut dengan adanya ajakan aksi tersebut. Sebab, saat ini angka penambahan kasus COVID-19 masih mengalami peningkatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel