Polisi Tangkap Pelajar Aniaya Perempuan Tua di Tapanuli Selatan

Merdeka.com - Merdeka.com - Lima pelajar penganiaya seorang perempuan tua di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, akhirnya ditangkap polisi. Kelima pelajar yakni IH, ZA, VH, AR dan RM. Video penganiayaan itu sempat viral di media sosial, Sabtu (19/11).

"Kuat dugaan yang menendang ibu tersebut adalah IH. Pelajar ZA merekam videonya," kata Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni, Minggu (20/11).

Imam menjelaskan, video penganiayaan itu terbagi menjadi dua bagian. Pada video pertama berisi tentang sekelompok pelajar yang mengendarai beberapa unit sepeda motor tiba-tiba berhenti di pinggir jalan. Kemudian mereka mengajak ngobrol seorang perempuan tua, kuat dugaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Saat itu pelajar IH menendang perempuan tersebut hingga tersungkur.

"Sedangkan video kedua yang merupakan sambungan rekaman pertama yaitu dua orang anak sekolah yang berboncengan. Di mana anak yang dibonceng terlihat memukul (perempuan tersebut) dengan menggunakan sebatang kayu atau ranting pohon hingga patah," jelas Imam.

Menurut Imam, untuk video kedua ada empat pelajar yang terlibat. Tiga di antaranya merupakan pelajar yang sama di video pertama yakni IH, VH, dan AR. Sedangkan seorang pelajar lain berinisial ASH.

"Video viral kedua yang memukul dengan kayu adalah VH sembari AR merekam aksi pemukulan tersebut," ucapnya.

Seluruh remaja itu diketahui pelajar di salah satu sekolah menengah atas di Tapanuli Selatan. Sementara, ASH merupakan lulusan sekolah keagamaan di Tapanuli Selatan.

"Untuk barang bukti yang kami sita antara lain dua unit ponsel milik ZA dan IH, serta satu unit sepeda motor nomor polisi T 3350 BK milik RM," tandas Imam.

Saat ini kepolisian masih mencari keberadaan korban atau keluarganya. Petugas juga masih memeriksa saksi-saksi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. [cob]