Polisi Tangkap Pembunuh Wanita yang Dibuang ke Kandang Buaya

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto, membenarkan kabar penangkapan pelaku kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan yang ditemukan tewas di sekitar Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, persisnya tepi kolam penangkaran buaya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

“Betul, pelaku sudah kami tangkap siang tadi (Senin, 26 Oktober 2020). Pelaku inisial RA (34),” kata Edy saat dihubungi pada Senin, 26 Oktober 2020.

Baca juga: Iptu Anggoro, Jaga Kerusuhan 98 hingga Nangkap Imam S Arifin

Menurut dia, penyidik juga berhasil mengungkap identitas korban pembunuhan berdasarkan informasi inisialnya FS yang bekerja freelance di sebuah kafe. Kemudian, korban pembunuhan bertemu dengan laki-laki yang diduga pelaku inisial RA.

“Janjiannya di depan rumah sakit. Di sana korban (pembunuhan) parkir motor dan dijemput pakai mobil. Kami dapati motor korban di rumah sakit, dan mobil Inova juga di rumah sakit tempat mereka janjian ketemuan,” ujarnya.

Ia mengatakan korban dieksekusi (dibunuh) oleh pelaku di dalam mobil rumah sakit, kemudian pelaku lari ke Kalimantan Tengah, tepatnya di Kasongan, Kabupaten Katingan.

“Kami kerja sama dengan Polresta Palangkaraya dan pelaku pembunuhan kami tangkap. Dia lari ke Kalteng karena dulunya tinggal di sana, anggota saya sudah ke sana, malam ini langsung dibawa ke Berau,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, wanita ditemukan petugas gabungan dari BPBD dan Kepolisian di sekitar Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, persinya di tepi kolam penangkaran buaya di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Saat ditemukan pada Rabu petang, pukul 17.40 WIT, kondisi mayat wanita itu cukup mengenaskan dengan tangan diikat dan mulut dilakban.

Mayat wanita korban pembunuhan ini ditemukan tanpa identitas itu mengenakan baju bermotif batik berwarna merah biru. Warga menduga, wanita nahas itu adalah korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doly Kristian mengatakan masih mendalami penemuan mayat dan mengumpulkan beberapa data identitas korban. Berdasarkan data dari tempat kejadian perkara, posisi jenazah saat ditemukan dalam kondisi telungkup dengan tangan terikat dan mulut dilakban.

"Sementara masih dilakukan penyelidikan, menunggu hasil visum dari dokter," kata AKP Rido saat dikonfirmasi Rabu malam.

Kepolisian belum dapat memastikan penyebab tewasnya korban. Polisi">Polisi masih terus melakukan penyidikan kasus ini sambil menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Rivai di Tanjung Redeb.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, polisi sejauh ini sudah berhasil mengetahui identitas korban dan menduga sebagai korban pembunuhan. Korban diketahui tinggal di Berau dan bekerja di sebuah kafe. Korban sempat pamit kepada suaminya untuk bekerja sebelum akhirnya ditemukan tewas di tepi kolam penangkaran buaya. (ren)