Polisi Tangkap Terduga Teroris di Lampung  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan polisi kembali menangkap empat orang terduga teroris. Mereka ditangkap pada tiga tempat terpisah. Penangkapan pertama dilakukan Kamis 9 Mei pukul 21.00 WIB. Sebanyak dua orang dicokok di Jl. Yos Sudarso, Panjang, Lampung Selatan.

Tadi pagi, kata dia, ditangkap lagi satu orang di Sukoharjo, Peringsewu, Tanggamus pada pukul 05.30 WIB. Tidak lama kemudian, pada pukul 09.00 WIB ditangkap lagi satu orang di Karang Anyar, Lampung Selatan. "Mereka diduga terlibat perampokan Bank BRI Pringsewu," katanya di Mabes Polri, Jumat, 10 Mei 2013.

Dia menjelaskan penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung. Penangkapan itu merupakan pengembangan dari empat tersangka perampok bank yang ditangkap sebelumnya. "Kuat dugaan ini terkait dengan teroris di Kebumen Jawa Tengah," ujarnya.

Sebelumnya Densus 88 menangkap Faisal alias Boim, Endang, Agung, Agus Widharto, dan Iman di Serpong, Pondok Aren, Ciputat, dan Tangerang. Di Kendal, Densus menangkap dua orang bernama Puryanto dan Iwan dan menembak mati Abu Roban. Di Kebumen, Densus 88 menangkap Farel, Wagiono, Slamet, dan Budi. Tiga orang tewas tertembak bernama Bastari, Toni, dan Bayu.

Di Bandung, tertangkap dua terduga teroris bernama William Maksu alias Acum alias Dadan dan Haris Fauzi alias Jablud. Tiga lagi tewas tertembak bernama Budi alias Angga, 35 tahun, Bang Junet alias Encek, dan Sarame.

RAMADHANI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.