Polisi Tangkap Tersangka Pembantaian Filipina Lainnya

Manila (AFP/ANTARA) - Polisi Filipina Ahad mengatakan mereka telah menangkap seorang mantan karyawan klan berpengaruh yang disalahkan melakukan pembunuhan 58 orang pada tahun 2009, pembantaian politik terburuk di negara itu.

Bong Andal tidak melawan ketika ia ditahan di kota selatan Midsayap Sabtu, membuatnya menjadi tersangka ke-106 yang telah ditangkap dengan 91 lainnya masih buron, kata polisi dalam satu pernyataan.

Penangkapan itu terjadi sehari setelah peringatan tahun ketiga pembantaian dan di tengah seruan-seruan dari keluarga korban untuk mempercepat penuntutan klan Ampatuan serta dan anggota tentara pribadinya yang diduga melakukan pembunuhan.

Klan Ampatuan yang dituduh melakukan pembantaian 2009 di kubu mereka di Provinsi Maguindanao untuk menghentikan saingannya, Esmael Mangudadatu, dari pencalonan terhadap salah satu anggotanya dalam pemilu pada tahun berikutnya.

Para korban termasuk istri Mangudadatu dan adik, pengacara mereka dan sekelompok besar wartawan.

Saksi telah mengatakan kepada pengadilan bahwa klan Ampatuan diduga mendalangi pembunuhan itu, dengan setidaknya satu dari anaknya turut ambil bagian dalam pembunuhan itu dan memerintahkan mereka untuk dikubur di dalam beberapa lubang.

Polisi mengatakan Andal adalah pelaku penggali lubang yang digunakan untuk membuat kuburan massal.

Kelompok hak asasi manusia telah menyalahkan pembunuhan itu pada keberkelanjutan budaya impunitas di Filipina, di mana politisi yang dikenal akan mengendalikan milisi bersenjata mereka sendiri dan lolos dengan pembunuhan dalam sistem peradilan yang menumpuk.

Pekan lalu, pemerintah mengatakan 60 kelompok bersenjata swasta yang dikendalikan oleh politisi masih terdapat di seluruh negeri, turun dari 112 pada akhir tahun 2010.

Puluhan anggota lain dari keluarga Ampatuan yang tidak dituduh dalam pembantaian itu juga dikatakan telah siap untuk mencalonkan diri lagi dalam pemilu lokal tahun depan, kata para pejabat. (tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.