Polisi Telusuri Kabar Terduga Teroris Babel Melarikan Diri

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Tangkap Teroris 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta Beredar informasi bahwa seorang terduga teroris berinisial AS yang diamankan di Polda Bangka Belitung (Babel) telah melarikan diri saat proses pemeriksaan. Sebelumnya dia ditangkap pada Rabu, 30 Juni 2021.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, pihaknya masih menelusuri kabar tersebut.

"Ini lagi ditelusuri, nanti saya konfirmasi," tutur Ahmad saat dikonfirmasi, Jumat (2/7/2021).

Berdasarkan informasi, AS kabur saat diperiksa penyidik pada Kamis, 1 Juli 2021 dini hari. Pemeriksaan dilakukan pukul 23.00 hingga 02.30 WIB dan rencananya akan dilanjutkan pagi harinya.

Hanya saja, saat petugas kembali memeriksa ruangan sekitar pukul 03.30 WIB, AS tidak berada di tempat dan diduga melarikan diri. Kondisi borgol ties di tangan dan kakinya juga terlepas.

Dari pengecekan CCTV, AS kabur melalui jendela belakang Polda Babel.

Teroris Penerima Titipan AS

Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Dua tersangka tersebut diamankan di Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jaktim. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan Densus 88 dan akan dibawa ke Polda Metro Jaya," kata Kabaga Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Ramadhan menyebut jika kedua terduga teroris berinisial DS dan SY yang diamankan saat ini merupakan penerima paket senjata api (senpi) dari terduga teroris yang dikirim dari Bangka Belitung.

"Terhadap dua orang diduga teroris namanya adalah DS dan SY. Perannya adalah menerima barang paket titipan dari Saudara AS yang dikirim dari Provinsi Bangka Belitung," ujarnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel