Polisi tembak ketua geng motor Romusha di Pekanbaru

Jajaran Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru menembak ketua geng motor berinisial BS alias Madam. Madam menjadi tersangka untuk sejumlah kasus pengrusakan dan tindak kekerasan yang terjadi di Pekanbaru.

"Dia mencoba melawan petugas sehingga terpaksa dilumpuhkan," kata Kasat Reskrim, AKP Arif Fajar, kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa (30/10). Demikian dikutip dari Antara.

Pelaku ditangkap di Perumahan Sidomulyo, Tampan, Senin kemarin. Madam diketahui ketua geng motor RMS (Romusha), yang selama ini terus dicari polisi karena diduga menjadi pelaku pengrusakan dan pembakaran di Mapolresta Pekanbaru dan pos polisi di simpang Jalan Sudirman-Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Menurut Arif, Madam melawan polisi saat ditangkap, sehingga petugas terpaksa melepaskan tembakan dan mengenai kaki kanannya. Dari hasil penyidikan, Madam sudah lama bergabung dengan geng motor, awalnya dari XTC pada 2011, dan kini berganti nama menjadi RMS.

Untuk mengelabui polisi, Madam selalu berpindah tempat tinggal.

"Selain menjadi salah satu pelaku pengrusakan, tersangka juga menjadi provokator dan penggerak massa," ujarnya.

Selain diduga terlibat penyerangan terhadap Mapolresta dan pembakaran pos polisi, Madam juga diduga terlibat aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Dia diduga kerap beraksi di daerah Panam, Pekanbaru.

Arif menambahkan, pihaknya tidak akan memberi toleransi pada tindak kriminal yang dilakukan geng motor. Sebabnya, para pelaku yang kebanyakan pemuda dan pelajar telah meresahkan masyarakat dengan melakukan tindak penganiayaan dan pengrusakan.

Sumber:
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.