Polisi Tembak Otak Pelaku Rampok Juragan Beras

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, akhirnya berhasil meringkus dan menembak kaki dari otak pelaku perampokan hingga mengakibatkan tewasnya Tuti (67) juragan beras 'Sejahtera', di Jalan Ruko Villa Melati Mas B 8-1/12A, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (9/12/2012) pukul 12.30 WIB lalu.

"Setelah sempat menjadi DPO berbulan-bulan akhirnya kami berhasil meringkus N alias F, otak dari perampokan beras di Toko Beras "Sejahtera" yang pernah dirilis bulan Desember 2012 lalu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (18/2/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto mengatakan saat komplotan beraksi terdiri dari empat pelaku, dua pelaku lainnya yakni Muh Suud (36) dan Aris Maulana (26) sudah tertangkap bulan Desember 2012, dan tersangka yang ditangkap terakhir yakni N alias V (31) dan seorang yang masih DPO yakni A.

"N alias V ini terpaksa dilumpuhkan saat dibawa penyidik untuk menunjukkan tinggal A di Cikupa Tangerang, N melarikan diri, diberi peringatan tiga kali tidak dihiraukan sampai akhirnya ditembak kaki kananya," ungkap Rikwanto.

Rikwanto mengatakan N alias V yang merupakan warga Cikupa, Tangerang, Banten ini ditangkap Jumat (15/2/2013) pukul 01.00 wib di Jl Krapyak RT 02/03 Desa Bajo mulyo Kec Juwana Kab Pati, Jateng.

Lebih lanjut, Rikwanto mengatakan N alias V merupakan otak pelaku perampokan dan dialah yang mempunyai ide merampok serta membawa lakban plastik berwarna coklat.

"N alias V ikut melumpuhkan Tuti dengan cara membenturkan kepala korban ke lantai, mengikat sekujur tubuh korban menggunakan lakban plastik warna coklat kemudian meletakkan tubuh korban ke kamar mandi hingga mengakibatkan korban meninggal. Dia dapat bagian Rp 400 ribu," tutur Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, atas perbuatannya N alias V dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman diatas 5 tahun penjara.

Untuk diketahui, sebelum mengeksekusi perampokan, para pelaku yang berjumlah empat orang, yakni Muh Suud (36) dan Aris Maulana (26), dan F alias N yang sudah tertangkap, serta A yang masih buron, sudah membagi peran dan memantau rumah Tuti selama seminggu.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto mengatakan, Suud masuk pertama kali ke dalam toko, dan berpura-pura membeli beras.

Lalu, Suud ikut melumpuhkan suami Tuti bernama Edhi Susanto, dengan menyumpal mulut korban menggunakan empat jari tangan kanan dan mencekik lehernya menggunakan tangan kiri.

Suud juga mengikat tangan Edhi menggunakan lakban plastik. Dari hasil kejahatan itu, Suud mendapat bagian Rp 400 ribu dan satu BlackBerry milik korban.

"Tersangka lainnya, A, berperan memberikan info situasi dan kondisi korban, mengemudikan mobil saat aksi perampokan, dan mendapat jatah Rp 400 ribu," ungkap Toni.

Lalu, F alias N berperan sebagai otak pelaku dan menyediakan lakban cokelat. F alias N juga ikut melumpuhkan Tuti dengan membenturkan kepala Tuti ke lantai, dan mengikat sekujur tubuh Tuti.

Setelah itu, tubuh Tuti diletakkan di kamar mandi hingga Tuti meninggal. Dari hasil kejahatan, FN mendapat bagian Rp 400 ribu.

Terakhir, A yang juga masih DPO, berperan menyiapkan mobil sebagai sarana kejahatan. A memiting Tuti dan menjatuhkannya ke lantai serta membekap mulut Tuti.

"A juga yang mengambil uang di laci meja kasir dan BlackBerry di meja kasir. Dia dapat jatah Rp 400 ribu," jelas Toni.

Toni memaparkan, uang hasil kejahatan digunakan para tersangka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara, BlackBerry Tuti masih ada di tangan Suud, dan belum sempat dijual.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.