Polisi Tembak Polisi, Publik Diminta Percayakan Proses Investigasi ke Tim Gabungan

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan tim gabungan yang dibentuk Polri untuk mengusut baku tembak anak buah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Arteria menilai, tim gabungan akan bekerja secara transparan agar kasus yang menewaskan Brigadir J menjadi jelas.

"Saya minta publik bersabar, memberikan ruang dan waktu bagi Tim Gabungan bekerja, dan mempercayakan proses investigasi ini kepada Tim Gabungan. Percayalah kita semua saat ini bekerja di ruang kaca, pastinya transparan," ujar Arteria kepada wartawan dikutip Kamis (14/7).

Politikus PDIP ini menuturkan, semua pihak ingin mendengar akhir cerita dari kasus penembakan ini. Apalagi kasus adu tembak tersebut menjadi duka bagi kepolisian.

"Saya mencoba untuk melihat dalam spektrum yang lebih besar lagi, Ini kan tragedi, yang menjadi duka kita yang mau tidak mau melibatkan institusi Polri, anggota polri, dan perwira tinggi polri dan istri. Rakyat pun pastinya akan menunggu akhir ceritera ini. Artinya harus dikerjakan secara tepat, cermat, transparan dan akuntabel," katanya.

Arteria pun menilai pembentukan tim gabungan Polri membuktikan bahwa kepolisian mau membuka diri dan transparan.

"Saya apresiasi Pak Kapolri terkait pembentukan tim gabungan yg berasal dari Polri, Komnas HAM dan Kompolnas, ini sudah membuktikan bahwa Polri mau membuka diri dan transparan dalam mencermati dan menangani kasus yang sudah menjadi perhatian publik," ujarnya.

Menurut Arteria, Polri juga tidak perlu buru-buru menonaktifkan Irjen Sambo sebagai Kadiv Propam. Ia yakin tim gabungan bakal bekerja independen karena dipimpin oleh Wakapolri.

"Kita harus kedepankan asas praduga tak bersalah, apalagi Ketua Tim dipimpin oleh Pak Wakapolri Mas Gatot, yang artinya kekhawatiran untuk tidak independennya penyidikan sudah bisa dihilangkan, mengingat beliau Mas Gatot secara jabatan maupun kepangkatan berada di atas Pak Sambo," ujar Arteria.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan terkait tugas dari Tim Khusus yang dibentuk Kapolri dalam rangka mengusut kasus polisi tembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Brigadir J atau Yoshua tewas dalam insiden itu.

"Eksternal melibatkan Komnas HAM dan Kompolnas. Tim ini akan bekerja secara transparan, objektif, dan akuntabel. Kemudian hasil kerja daripada Tim Khusus ini nanti akan memberikan rekomendasi tindak lanjut kepada upaya-upaya penyelidikan dan penyidikan dari yang telah dilakukan. Tentu kita melibatkan Komnas HAM, artinya kita menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia," tutur Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/7). [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel