Polisi temukan sampah makanan di rumah korban tewas di Kalideres

Polda Metro Jaya menemukan bukti baru berupa tumpukan sampah makanan di dalam rumah keluarga yang tewas di Perumahan Citra Satu Exit Kalideres, Jakarta Barat.

"Sore hari ini kita temukan gunungan sampah yang ada di dalam. Jadi bisa kita asumsikan sementara, nanti ahli yang akan menjelaskan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi di lokasi rumah korban, Rabu.

Sampah bekas makanan dan beberapa barang lain tersebut ditemukan di ruangan belakang rumah korban.

Baca juga: Polda Metro gandeng Apsifor selidiki kasus keluarga tewas di Kalideres

Menurut Hengki, penemuan sampah makanan ini bisa menimbulkan kesimpulan baru dari penyidikan kasus tersebut.

"Ahli yang akan menjelaskan kenapa kok buang sampahnya di dalam rumah, tidak keluar. Artinya ini menunjukkan yang bersangkutan dengan tetangga dan lain sebagainya, apakah sifatnya ini mengurung diri dan lain sebagainya," kata dia.

Selain itu, Hengki mengemukakan, penyidik juga menemukan bukti lain yang dapat mengerucutkan kesimpulan motif tewasnya satu keluarga ini. Namun demikian, Hengki belum bisa menjelaskan hal tersebut ke publik.

"Ternyata ini kita memperoleh beberapa kemajuan atau titik terang dari penyelidikan ini. Salah satunya terkait motif, kita bisa patahkan beberapa motif, kita masih perlu pendalaman lagi," kata dia.

Baca juga: Polda tidak terburu-buru simpulkan penyebab kematian warga Kalideres

Penemuan tewasnya satu keluarga itu berawal ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban pada Kamis (11/10) di Perumahan Citra Satu Exit, Kalideres, sekitar pukul 18.00.

Ketua RT langsung melapor ke Polsek Kalideres terkait temuan bau busuk itu. Bersama polisi, ketua RT akhirnya memaksa masuk ke dalam rumah tersebut.

Ketika pintu utama dibuka, petugas mendapati empat mayat di tiga ruangan berbeda, yakni ruang tamu, kamar tengah dan ruang belakang.

Polisi langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Setelah itu, keempat korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati (Jakarta Timur) untuk proses autopsi.

Polisi tidak menemukan tanda bekas kekerasan dengan benda tumpul atau benda tajam di tubuh korban.