Polisi Temukan Unsur Kelalaian Panitia Festival Berdendang Bergoyang

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menemukan unsur kelalaian panitia festival musik 'Berdendang Bergoyang' yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Diketahui, acara tersebut digelar selama tiga hari, mulai 28-30 Oktober 2022.

"Sementara lebih kepada Pasal 360 KUHP ya. Pasal 360 KUHP itu akibat kelalaian menyebabkan orang lain luka," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin, Senin (31/10).

Komarudin menerangkan, penyidik menemukan adanya perbedaan pada jumlah penonton. Merujuk pada surat permohonan, jumlah penonton mencapai 3.000.

Sedangkan, merujuk pada surat yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta jumlah penonton 5.000. Faktanya penonton yang hadir lebih banyak.

"Kenapa jumlah tiket yang dijual melebihi apa yang diajukan kepada kami," ujar dia.

Terkait hal ini, penyidik telah meminta keterangan dua orang sebagai saksi. Mereka adalah SA selaku perwakilan dari pihak manajemen event dan SH yang mewakil bagian produksi. Namun, keterangan itu nantinya akan singkronkan dengan keterangan tim tiketing.

"Apakah tim tiketing ini bekerja atas perintah atau memang inisiatif sendiri. Yang jelas mereka mengakui bahwa jumlah yang diajukan kepada kami itu berbeda dengan fakta di lapangan," ujar dia.

Acara Disetop

Diketahui, acara musik 'Berdendang Bergoyang' yang rencananya digelar 3 hari, disetop polisi pada hari ke-2. Kombes Komarudin mengatakan acara terpaksa dihentikan karena polisi menemukan panitia penyelenggara tidak profesional.

"Sampai (Sabtu) pukul 20.00 Wib jumlah penonton sudah lebih dari 21.000," kata Komarudin.

Praktis, terjadi penumpukan penonton di lokasi. Tidak hanya itu, saking menumpuk dan berdesakannya, para penonton juga terlibat aksi saling dorong mendorong.

"Penonton dari luar pengin masuk Istora, terbentur dengan kondisi Istora yang tidak memungkinkan. Sangat-sangat tidak mungkin lagi untuk menambah jumlah penonton. Terjadi dorong-dorongan," jelasnya.

Situasi semakin memanas lantaran penonton yang terlanjur membeli tiket tidak bisa mengajukan pengembalian.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [rhm]