Polisi terapkan rekayasa lalu lintas di jalur selatan Jateng

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur selatan Jawa Tengah untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan di ruas Ajibarang-Bumiayu yang merupakan jalan penghubung jalur tengah dan selatan Jateng dengan jalur Pantura.

Saat ditemui di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jumat malam, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banyumas Komisaris Polisi Arie Prayitno mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan di beberapa titik, antara lain Kemranjen dan Wangon.

Dalam pelaksanaan rekayasa lalu lintas di Kemranjen, kata dia, sebagian kendaraan tujuan Jakarta yang melintas di jalur selatan Jateng dibelokkan ke arah Banyumas dan selanjutnya menuju pintu tol di Pemalang.

Baca juga: Arus balik di ruas Ajibarang-Bumiayu ramai lancar

"Namun kami tidak berani terlalu banyak, sedikit-sedikit, karena dikhawatirkan akan menambah beban di ruas jalan Kaliori-Sokaraja yang cukup padat," katanya.

Sementara di Wangon, kata dia, sebagian arus kendaraan yang datang dari arah timur (Yogyakarta, red.) diarahkan melewati jalur selatan Jateng menuju Bandung dan Jakarta.

Dengan demikian, kepadatan arus kendaraan di ruas Ajibarang-Bumiayu yang merupakan jalan penghubung jalur selatan maupun tengah dengan jalur pantura dapat dikurangi.

"Kami juga menyiapkan skenario untuk memberlakukan arus satu arah dari Ajibarang sampai Jalan Lingkar Bumiayu tengah malam nanti, namun itu tentunya tergantung kesiapan teman-teman di Polres Brebes. Kalau Brebes siap, nanti akan kami mainkan (arus satu arah, red.)," katanya.

Baca juga: Arus kendaraan di jalur selatan Jateng ramai lancar

Terkait dengan arus balik di ruas Ajibarang-Bumiayu pada Jumat (6/5) malam yang tersendat, Kompol Arie mengatakan hal itu terjadi karena beberapa faktor, antara lain penarikan arus kendaraan yang dilakukan oleh personel Polres Brebes untuk memberikan ruang bagi kendaraan-kendaraan yang masih berada di wilayah Banyumas.

Selain itu, kata dia, tersendatnya arus kendaraan juga disebabkan oleh perilaku pengemudinya sendiri seperti beristirahat dengan memarkirkan kendaraan di tepi jalan atau bermain gawai saat berkendara.

Menurut dia, aktivitas masyarakat di sekitar ruas jalan tersebut juga turut memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.

Baca juga: Arus balik di jalur selatan Jateng ruas Buntu-Sampang padat merayap

"Kami mengimbau para pengemudi untuk beristirahat di tempat-tempat peristirahatan jika merasa lelah, dan jangan bermain 'handphone' ketika laju kendaraannya tersendat karena dikhawatirkan tidak tahu jika kendaraan di depannya sudah jalan," kata Kasatlantas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel