Polisi Tetapkan 6 Personel Tersangka Obstruction of Justice Kematian Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi melalui Tim Khusus (Timsus) Kapolri resmi menetapkan enam perwira tersangka obstruction of justice atau menghalang-halangi proses hukum. Ini terkait kematian Brigadir J atau Brigadir Yoshua yang meregang nyawa di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) lalu.

Penetapan tersangka langsung diumumkan Timsus Kematian Brigadir J, Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto.

"Kemudian oleh penyidik timsus juga sudah dilakukan langkah-langkah penanganan terhadap tindak pidana obstruction of justice," kata Irwasum dalam jumpa pers, Kamis (1/9).

Adapun identitas keenamnya adalah adalah Irjen Ferdy Sambo selaku mantan Kadiv Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan selaku mantan Karopaminal Divisi Propam Polri, dan Kombes Agus Nurpatria selaku mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri.

Kemudian AKBP Arif Rahman Arifin selaku Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri, Kompol Baiquni Wibowo selaku PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, dan Kompol Chuk Putranto selaku PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri menambahkan, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan enam polisi tersebut. Mereka diduga berupaya menghalangi penyidikan lewat pengaburan keberadaan CCTV di sekitar TKP.

"Untuk Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 32 dan 33 UU ITE dan juga Pasal 221, 223 KUHP dan juga 55 56 KUHP," kata Asep. [rhm]